Okupansi Hotel Capai 100 persen

1397

SEMARANG – Tingkat hunian hotel atau okupansi hotel di Kota Semarang mencapai 100 persen pada moment tutup tahun lalu. Angka okupansi tahun ini sendiri diketahui lebih baik dari pada periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai 80 persen.

General Manager Star Hotel Semarang, Benk Mintosih mengatakan jika beberapa hotel di Kota Semarang sedang panen selama liburan akhir tahun 2016. “Pada 31 Desember 2016 capaian okupansi 100 persen, sehari sebelumnya masih 80 persen,” katanya.

Menurut pria yang juga wakil ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah ini, melanjutkan jika capaian tahun ini lebih baik dibandingkan tahun 2015, yang mencapai closing occupancy tahun 2016 mencapai 70 persen. Sementara tahun sebelumnya hanya mencapai 64 persen. “Adanya event wisata dari Pemerintah Kota Semarang, cukup berdampak. Selain itu juga ada dampak dari penambahan rute penerbangan langsung dari Bali memberikan dampak dan kota ini mulai dikenal,” bebernya.

Di sisi persaingan, kata dia, tahun 2017 ini diprediksi persaingan hotel akan semakin ketat, pasalnya banyak hotel baru yang dibuka di Semarang dan akan berdampak pada satu atau dua bulan kedepan. “Sisi persaingan akan semakin sengit, perlu adanya dukungan pemerintah dengan menambah destinasi wisata baru agar hotel di Semarang tetap bisa hidup,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager Hotel @Hom Semarang, Lia Retno S. Hardini menilai okupansi penutupan tahun 2016 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, hotel yang ada di kawasan jalan Pandanaran ini mencapai okupansi 100 persen. “Tahun ini okupansi 100 persen sejak 23 Desember 2016. Tahun lalu liburan Natal tidak penuh hanya mencapai 60persen,” tambahnya.

Menurut Lia, tahun 2016 kemarin tingkat hunian kamar ditutup mencapai angka 80persen. Tingginya okupansi dipengaruhi event- event yang digelar dan berbarengan liburan sekolah. “Libur akhir tahun ini juga dibarengi dengan liburan sekolah, mungkin salah satu faktor yang buat okupansi tinggi,” timpalnya.

Hal yang sama diungkapkan, Ocky Devarismha, Public Relations Hotel Ciputra Semarang yang mengaku tingkat hunian hotel di kawasan Simpang Lima tersebut mencapai 100 persen pada penutupan tahun 2016. (den/smu)