KAJEN-Setelah seminggu sebelumnya terjadi tanah bergerak di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam (3/1) kemarin, terjadi longsor susulan. Setelah hampir dua hari diguyur hujan deras. Akibatnya, 33 rumah rusak dan ditinggalkan pemiliknya lantaran khawatir terjadi longsor susulan yang lebih besar.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, yang datang ke Dukuh Pringamba memberikan bantuan kepada 500 warga Dukuh Pringamba, sempat mengimbau agar warga untuk sementara tidak menempati rumah tersebut, mengingat hujan deras masih sering turun.

Sekretaris Desa Klesem, Winto, mengungkapkan bahwa sebanyak 33 rumah di Dukuh Pringamba yang ditempati lebih 170 warga, kondisinya rusak. Menurutnya Dukuh Pringamba itu berada di pedukuhan terpencil, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga. Kontur tanahnya labil atau bergerak. Sehingga akses jalan menuju dukuh tersebut sangat sulit, karena beberapa ruas jalan terputus, akibat tanah bergerak. “Warga Dukuh Pringamba sebagian besar menghendaki adanya relokasi, karena tanah yang mereka tempati sering bergerak,” ungkap Winto.

Karena Desa Klesem tidak memiliki lahan desa yang bisa digunakan untuk merelokasi warga, Winto menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab Pekalongan. Namun demikian, pihak desa akan melakukan pendataan, mengingat 500-an warga tidak semuanya menghendaki adanya relokasi ke desa lain. “Dari 500 warga, sebagian besar memang menghendaki relokasi. Namun kami akan melihat terlebih dahulu, kemana warga dukuh akan direlokasi oleh Pemkab Pekalongan,” kata Winto.

LONGSOR : Situasi longsor yang terjadi di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam (3/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LONGSOR : Situasi longsor yang terjadi di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam (3/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko, menjelaskan bahwa Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, memang masuk zona merah yang sangat rawan longsor dan tanah bergerak saat hujan melanda wilayah tersebut. Saat ini, sudah ada 33 rumah warga rusak dan 40-an rumah lainnya rawan longsor. “Penduduk di wilayah Dukuh Pringamba, Desa Klesem memang perlu direlokasi. Jika tetap bertahan tinggal di wilayah itu, sangat berbahaya,” jelas Bambang.

Bambang menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Pekalongan saat ini sedang meminta bantuan pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta untuk memetakan lokasi zona merah dan lokasi yang sebaiknya digunakan untuk relokasi. Setelah bantuan BMKG turun, BPBD Kabupaten Pekalongan akan mengusulkan relokasi kepada Bupati Pekalongan. “Bupati sudah berkunjung ke Dukuh Pringamba Desa Klesem tersebut untuk memberikan bantuan dan mencarikan solusi terhadap warga yang terkena longsor. BPBD Kabupaten Pekalongan masih menunggu hasil kajian BMKG, setelah itu baru akan menentukan lokasi relokasinya,” tegas Sudjatmiko. (thd/ida)