33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Longsor Susulan, 33 Rumah Warga Rusak

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

KAJEN-Setelah seminggu sebelumnya terjadi tanah bergerak di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam (3/1) kemarin, terjadi longsor susulan. Setelah hampir dua hari diguyur hujan deras. Akibatnya, 33 rumah rusak dan ditinggalkan pemiliknya lantaran khawatir terjadi longsor susulan yang lebih besar.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, yang datang ke Dukuh Pringamba memberikan bantuan kepada 500 warga Dukuh Pringamba, sempat mengimbau agar warga untuk sementara tidak menempati rumah tersebut, mengingat hujan deras masih sering turun.

Sekretaris Desa Klesem, Winto, mengungkapkan bahwa sebanyak 33 rumah di Dukuh Pringamba yang ditempati lebih 170 warga, kondisinya rusak. Menurutnya Dukuh Pringamba itu berada di pedukuhan terpencil, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga. Kontur tanahnya labil atau bergerak. Sehingga akses jalan menuju dukuh tersebut sangat sulit, karena beberapa ruas jalan terputus, akibat tanah bergerak. “Warga Dukuh Pringamba sebagian besar menghendaki adanya relokasi, karena tanah yang mereka tempati sering bergerak,” ungkap Winto.

Karena Desa Klesem tidak memiliki lahan desa yang bisa digunakan untuk merelokasi warga, Winto menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab Pekalongan. Namun demikian, pihak desa akan melakukan pendataan, mengingat 500-an warga tidak semuanya menghendaki adanya relokasi ke desa lain. “Dari 500 warga, sebagian besar memang menghendaki relokasi. Namun kami akan melihat terlebih dahulu, kemana warga dukuh akan direlokasi oleh Pemkab Pekalongan,” kata Winto.

LONGSOR : Situasi longsor yang terjadi di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam (3/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LONGSOR : Situasi longsor yang terjadi di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam (3/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko, menjelaskan bahwa Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, memang masuk zona merah yang sangat rawan longsor dan tanah bergerak saat hujan melanda wilayah tersebut. Saat ini, sudah ada 33 rumah warga rusak dan 40-an rumah lainnya rawan longsor. “Penduduk di wilayah Dukuh Pringamba, Desa Klesem memang perlu direlokasi. Jika tetap bertahan tinggal di wilayah itu, sangat berbahaya,” jelas Bambang.

Bambang menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Pekalongan saat ini sedang meminta bantuan pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta untuk memetakan lokasi zona merah dan lokasi yang sebaiknya digunakan untuk relokasi. Setelah bantuan BMKG turun, BPBD Kabupaten Pekalongan akan mengusulkan relokasi kepada Bupati Pekalongan. “Bupati sudah berkunjung ke Dukuh Pringamba Desa Klesem tersebut untuk memberikan bantuan dan mencarikan solusi terhadap warga yang terkena longsor. BPBD Kabupaten Pekalongan masih menunggu hasil kajian BMKG, setelah itu baru akan menentukan lokasi relokasinya,” tegas Sudjatmiko. (thd/ida)

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Keputusan Gubernur Pertimbangkan Investasi

SEMARANG - Penerbitan Keputusan Gubernur Jateng No 660.1/4 tahun 2017 terkait Pembangunan pabrik Semen Indonesia di Rembang dianggap tidak bertentangan dengan perintah pengadilan. Keputusan...

Kado Akhir Jabatan, TPP Naik 300 Persen

BATANG-Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Batang, mendapat kado istimewa, di apel terakhir masa kepemimpinan Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo dan Wakil Bupati...

Gerindra Resmi Usung Sudirman Said

JAKARTA–Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menetapkan Sudirman Said sebagai calon gubernur (Cagub) Jateng yang akan diusung Partai Gerindra dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018...

15.000 Peserta Semarakkan Dugderan

SEMARANG-Sebanyak 15 ribuan peserta yang terdiri atas pelajar TK, SD hingga SMP dari seluruh wilayah Kota Semarang, tumplek-blek di Simpang Lima dan Jalan Pahlawan...

Gizi Sehat dan Seimbang Cegah Penyakit Diabetes

Diampu Oleh: Pakar Gizi RSUP dr Kariadi, dr Khairuddin, Sp.GK RADARSEMARANG.COM - DIABETES Adalah penyakit kronis yang bisa menyerang siapa saja. Penyakit ini mengancam semua...

Bawang Impor Serbu Pasar

MAGELANG - Harga bawang putih sudah meroket sejak beberapa hari yang lalu hingga menembus angka Rp 60.000 per kilogram. Di sisi lain, bawang putih...