Desember dan Januari adalah masa-masa yang padat dengan jamaah umrah dari seluruh dunia. Banyak orang yang ingin melaksanakan ibadah umrah pada masa pergantian tahun masehi ini.

ENI SUSILOWATI

JAMAAH umrah yang diberangkatkan Naja biro umrah dan haji pada 4 Desember sebanyak 73 orang. Terbagi dari tiga kota yaitu Semarang, Solo dan Jogjakarta. Khusus jamaah dari Semarang berkumpul sejak jam 5 pagi di Bandara Ahmad Yani menuju Jakarta dengan pesawat Batik Air. Setibanya di Jakarta, kami bertemu dengan jamaah Naja biro haji dan umrah dari Solo dan Jogja. Setelah lengkap berjumlah 73 orang, kami naik pesawat Lion Air menuju Kualalumpur Malaysia.

Dari Malaysia, kami terbang kembali menuju Dhaka ibukota Bangladesh. Sedangkan transit pesawat terakhir, kami menggunakan pesawat Biman Bangladesh menuju ke Jeddah.  Setelah menempuh penerbangan sekitar 9 jam dari Bangladesh menuju Jeddah, pesawat Biman Bangladesh yang kami tumpangi landing di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah Makkah. Migot pertama kami lakukan di Jeddah, setelah mengganti pakaian dengan pakaian ihram dan berwudhu kami bersama-sama melafalkan niat umrah.

Meski sudah berniat untuk umrah, kami tidak langsung menuju Masjidil Haram. Kami check-in hotel terlebih dahulu di hotel setara bintang 3 yaitu hotel Mawaddat Al-Hasanayn. Seusai sarapan dengan menu makanan khas Indonesia seperti sayur lodeh, daging, telur dadar dan sambal kami berkumpul di depan hotel untuk bersama-sama memulai ibadah umrah.

Dari hotel ke Masjidil Haram kami berjalan kaki bergandengan tangan bersama jamaah umrah lainnya sambil terus memperbanyak talbiyah. Perasaan bahagia bercampur haru mengaduk-aduk hati. Dan tibalah kami di pelataran Masjidil Haram. “Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu,” demikian doa saat memasuki Masjidil Haram dengan kaki kanan terlebih dahulu.

Begitu Ka’bah terlihat, kami menghentikan talbiyah dan memulai thawaf dari Hajar Aswad. Disunnahkan mencium Hajar Aswad jika memungkinkan. Jika tidak, cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan kanan. Selesai thawaf 7 putaran, kami menuju maqam Ibrahim kemudian salat sunnah thawaf 2 rekaat di belakang maqam Ibrahim.

Seusai salat sunnah thawaf kami dipersilahkan untuk meminum air zam-zam oleh ustad pembimbing dan menyiramkannya sedikit ke kepala disertai doa. Air zam-zam sangat melimpah di dalam Masjidil Haram, selain diminum di tempat, jamaah umrah juga sering membawa botol untuk diisi air zam-zam untuk oleh-oleh. Namun, jika tidak ingin repot pihak biro perjalanan pasti akan memberi air zam-zam untuk oleh-oleh.

Prosesi ibadah selanjutnya adalah melaksanakan sa’i ke bukit Shafa. Dari Shafa ke Marwa dihitung 1 kali dan dari Marwa ke Shafa di hitung 1 kali. Demikian seterusnya sampai 7 kali dan berakhir di Marwa disertai membaca doa dan dzikir.  Selanjutnya bertahallul dengan memendekkan atau mencukur gundul bagi laki-laki. Sedang bagi wanita cukup dengan memotong rambut sepanjang satu ruas jari. Tahallul menandai selesainya ibadah umrah. (*/smu)