SEMARANG – Peningkatan infrastruktur di wilayah pinggiran masih menjadi fokus Pemkot Semarang pada 2017 ini. Bahkan pemkot telah menganggarkan dana Rp 400 miliar untuk memuluskan jalan di kawasan penyanggah tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan, dari anggaran Rp 654 miliar, 80 persennya diplot di wilayah pinggiran. Seperti pembangunan jalur alternatif di wilayah timur Semarang penghubung Demak. Pada APBD murni telah dianggarkan Rp 3,6 miliar.

”Dengan perbaikan jalan tersebut kami berharap pertumbuhan perekonomian di wilayah pinggiran dapat berjalan dengan baik, karena pembangunan infrastruktur tidak hanya dipusat kota saja namun menyebar ke pelosok,” ujar Iswar.

Iswar menjelaskan sejumlah paket pekerjaan fisik infrastruktur yang memiliki nilai besar di 2017 ini adalah peningkatan Jalan Madukoro senilai Rp 25 miliar, peningkatan Jalan Tlogosari Raya Rp 11,3 miliar, peningkatan Jalan Suratmo – WR Supratman Rp 11 miliar. Tidak hanya itu pihaknya menambahkan ada pebaikan drainase atau gorong-gorong di wilayah timur senilai Rp 20,7 miliar dan perbaikan jalan menuju Desa Wisata di Kota Semarang senilai Rp 7,6 miliar.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta proyek fisik di 2017 ini segera dikerjakan, sehingga penyelesaian bisa tepat waktu.

Pihaknya tidak ingin sejumlah proyek di tahun 2016 yang tidak sesuai harapan terulang lagi di tahun ini. Seperti diketahui wali kota menyoroti sejumlah proyek peningkatan infrastruktur di wilayah pinggiran yang pengerjaannya terbilang lamban. Dia mencontohkan pembangunan di wilayah Jabungan dan Genuk yang dianggap terlalu tertinggal.

Tahun ini pemkot berencana menganggarkan Rp 20 miliar untuk kelanjutan pembangunan di wilayah Jabungan dan Rp 30 miliar untuk infrastruktur wilayah Genuk. “Dan jalan-jalan di wilayah pinggiran lain, seperti di Podorejo, Ngaliyan, Mangkang, Tugu, juga menjadi prioritas kita, betonisasi,” kata wali kota.

Pihaknya juga mewanti-wanti kepada kepala SKPD untuk tidak memakai kontraktor yang pernah wanprestasi. ”Segera lakukan lelang dan kerjakan. Saya minta SKPD terkait terus melakukan pantauan dan pengawasan di lapangan. Kontraktor harus bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai target,” tegasnya. (zal/ce1)