SEMARANG – Jelang pengumuman dan pelantikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, membuat sejumlah kepala dinas dan Aparatur Sipil Negara (ASN) waswas. Informasinya, pelantikan OPD baru Pemkot Semarang akan dilakukan pada Selasa (3/1) hari ini, atau Rabu (4/1) besok. Pengisian jabatan dalam struktur OPD baru ini dilakukan berdasarkan hasil uji kompetensi yang telah dilakukan.

Dalam struktur OPD baru ini, kemungkinan besar memang akan terjadi perombakan besar-besaran. Mengingat akan ada dinas yang dihapus atau dipecah menjadi beberapa dinas. Seperti Dinas Pasar akan dihapus, dan masuk dalam Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Pun Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) akan dipecah menjadi Dinas Pendapatan serta Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset. Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB (Bapermasper) juga dipecah menjadi tiga. Yakni, Dinas Urusan KB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Selain jabatan kepala dinas dan badan, dalam OPD Pemkot Semarang yang baru ini yang juga menjadi sorotan adalah pengisian posisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Setidaknya, ada tiga nama bersaing kuat untuk menduduki jabatan Sekda Kota Semarang.

Menurut kabar yang beredar di lingkungan Balai Kota Semarang, ketiga nama tersebut adalah petahana Sekda Adi Tri Hananto, Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Agus Riyanto, serta Asisten II Administrasi, Pembangunan, Perekonomian dan Kesra, Ayu Enthys.

Dari informasi yang beredar, ketiganya merupakan pejabat eselon II paling senior dibanding rekan-rekannya saat ini. Mereka juga memiliki hubungan cukup dekat dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berkaitan dengan pekerjaan mereka.

”Secara kinerja, ketiga cukup baik. Tidak memiliki cacat pekerjaan atau cacat hukum,” terang seorang PNS yang wanti-wanti agar namanya tidak dikorankan, Senin (2/1).

Menurutnya, kans terbesar ada pada Adi Tri Hananto dan Agus Riyanto. Adi sendiri dipandang masih pantas menduduki jabatan Sekda saat ini, dan tidak memiliki cacat di mata wali kota. Sedangkan Agus Riyanto, prestasi kerjanya cukup mentereng seiring dengan sudah dirampungkannya pembangunan GOR Tri Lomba Juang dan revitalisasi Pasar Kembang. Sosok ini juga tidak memiliki cacat serta loyalitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Selain itu, jika melihat persoalan serius yang saat ini harus segera diselesaikan di Kota Semarang, yaitu persoalan rob dan banjir, maka yang lebih pas menjadi Sekda menurut sumber itu adalah Agus Riyanto.

Ia menilai, Agus Riyanto sudah banyak pengalaman di bidang kegiatan pembangunan fisik. Sebab, sebelum menjabat Kepala DTKP, dia juga pernah menjadi Kepala Dinas PSDA-ESDM, yang di antaranya menangani persoalan rob dan banjir di Semarang.

Agus Riyanto sendiri saat dikonfirmasi namanya menjadi salah satu yang disebut pantas menjadi Sekda, menyatakan tidak pernah mengincar jabatan tertentu. Pembentukan struktur OPD baru dan penempatan dirinya dia serahkan sepenuhnya kepada wali kota. ”Itu hak prerogratif wali kota ya, saya tidak pernah mengincar jabatan ini itu, mengalir saja, dimana saja ditempatkan saya siap melaksanakan tugas dengan baik,” tandasnya.

Sumber lain menyebutkan, sebelumnya sempat beredar informasi Adi Tri Hananto akan melanjutkan karirnya di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Namun setelah pengumuman OPD Pemprov Jateng oleh Gubernur Ganjar Pranowo ternyata namanya tidak tercantum, dimungkinkan Adi masih akan bertahan di Kota Semarang.

”Karena ternyata di OPD Pemprov yang sudah diumumkan nama Pak Adi tidak ya, ya mungkin dia akan kembali menduduki jabatan Sekda. Sementara Pak Agus tetap di DTKP, begitu pula Bu Ayu tetap di jabatannya sebagai asisten,” imbuh sumber tersebut.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, mewanti-wanti agar tidak terjadi praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) menjelang pengumuman OPD di jajaran Pemkot Semarang.

Supriyadi meminta Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyeleksi para calon pejabat yang menempati jabatan baru secara ketat. ”Jangan asal dekat dengan wali kota, kemudian dilantik. Tetapi harus berdasarkan uji kompetensi, kapabilitas, loyalitas, dan punya rasa memiliki Kota Semarang,” kata Supriyadi.

Dikatakannya, setiap orang yang ditempatkan untuk menjabat di jajaran OPD baru harus benar-benar teruji dan memiliki prestasi sebelumnya. Sebab, persoalan di Kota Semarang sangat kompleks. Sehingga dibutuhkan orang-orang yang memiliki pengalaman cukup.

”Setiap orang yang ditempatkan untuk menjabat harus dipertimbangkan betul. Jangan asal memiliki loyalitas saja, tapi kerjanya nol pruthul,” ujarnya.

Dia berharap, pejabat baru yang ditempatkan di dinas maupun badan nantinya bisa memunculkan terobosan dan inovasi di bidang masing-masing. ”Perlu terobosan dan inovasi untuk bisa menyelesaikan masalah di Kota Semarang,” harapnya.

Supriyadi menjelaskan, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), DPRD telah melakukan pembahasan dan membuat peraturan daerah (Perda). ”Sejauh ini, dari 20 perda yang ditargetkan, kami telah mengesahkan 19 perda dan telah diputuskan. Kami telah menyampaikan peraturan-peraturan yang dibutuhkan di Kota Semarang,” katanya.

Selain itu juga telah melakukan evaluasi akhir tahun terhadap pelaksanaan program kerja. Terutama terkait proses pembangunan di Kota Semarang. Meski tidak semuanya terlaksana, tetapi evaluasi secara keseluruhan pembangunan di Kota Semarang berlangsung baik.

”Berdasarkan evaluasi, pembangunan di Kota Semarang semakin lama sudah semakin baik. Alhamdulillah tahun ini penyerapan anggaran bisa mencapai 90 persen. Ini sangat luar biasa. Sehingga Silpa tahun ini tidak menyentuh angka Rp 1 triliun,” bebernya.

Hal tersebut, lanjut Supriyadi, menunjukkan kerja keras jajaran baik di lingkup dinas, SKPD dan lain-lain semakin menunjukkan kinerja yang baik. Ia berharap, setelah nanti dilakukan penataan OPD jangan justru menurun. ”Tetapi harus menunjukkan grafik peningkatan kinerja agar lebih baik untuk masyarakat Kota Semarang,” harapnya. (zal/amu/aro/ce1)