Rp 282 M untuk Tata Wajah Kota

559

SALATIGA– Puluhan kegiatan fisik untuk penataan wajah kota dan peningkatan produk pertanian akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2017 mendatang. Adapun anggaran yang telah dialokasikan untuk melaksanakan kegiatan tersebut mencapai ratusan miliar rupiah, dialokasikan melalui Dinas Bina Marga dan Pemberdayaan Sumber Daya Air (PSDA) Kota Salatiga.

Kepala Dinas Bina Marga dan PSDA Kota Salatiga Agung Hendratmiko mengatakan, puluhan kegiatan penataan wajah kota tersebut antara lain, pembangunan trotoar di kawasan kota dan sejumlah jalan protokol, pelebaran dan peningkatan beberapa ruas jalan kota. “Sedangkan kegiatan fisik untuk menunjang peningkatan produksi pertanian yakni pembangunan saluran irigasi di beberapa daerah,” terang Agung.

Total anggaran kegiatan fisik 2017 tersebut nilainya sekitar Rp 282 miliar. Sebagian besar kegiatan fisik yang dilaksanakan pada 2017 nanti fokus pada penataan wajah Kota Salatiga. Sejumlah kegiatan lainnya untuk menunjang peningkatan produksi pertanian. “Selain untuk memperindah wajah kota, pembangunan dan perbaikan trotoar juga untuk penataan kabel fiber optik (FO), jaringan pipa air PDAM serta saluran air jalan protokol.”

Rencananya, tempat untuk menata kabel FO akan dibuat permanen menggunakan box culvert yang ditanam di bawah trotoar. Sehingga pemasangan kabel FO tidak merusak trotoar atau jalan. “Nantinya, tempat kabel FO dan jaringan pipa air akan disewakan. Ini akan menambah pendapatan daerah,” papar Agung.

Sementara, mengenai payung hukum penyewaan tempat pemasangan kabel FO dan jaringan pipa air, Agung menyatakan, sejauh ini masih dalam proses pengusulan. Dia berharap inisiasi pembentukan peraturan daerah (perda) untuk menata dan mengelola jaringan kabel FO dan jaringan pipa air ini bisa segera diajukan ke DPRD agar bisa dibahas pada 2017 nanti.

Ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistio mengatakan, wajah Kota Salatiga harus ditata dengan baik untuk menguatkan daya saing daerah serta membuat magnet untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke Salatiga. Tapi penataan harus memperhatikan rencana pengembangan dan pembangunan Kota Salatiga ke depan.

“PR (pekerjaan rumah) untuk menata wajah kota masih banyak. Saya punya gagasan untuk membangun kawasan wisata dan sarana penunjang yang modern seperti kereta gantung dari Blotongan ke kawasan Salib Putih. Sebab jika di lihat dari atas, pemandangan Salatiga luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, Teddy juga mewacanakan membangun patung sebagai identitas kota di pintu masuk Kota Salatiga dari arah Blotongan, persisnya di pertigaan jalan lingkar Salatiga. Setelah melalui kajian historis, menurut dia patung yang cocok sebagai identitas Salatiga adalah patung tokoh Joko Tingkir. (sas/ton)