33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Listrik Pasar Kembang Disuplai Warga

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – Pasar Kembang Kalisari yang telah diresmikan pada Jumat (23/12) 2016 lalu, ternyata hingga sekarang belum teraliri listrik. Hal itu menjadi salah satu keluhan para pedagang. Selain itu, banyak kios yang tersedia masih terlihat kosong.

Belum adanya fasilitas listrik tersebut membuat para pedagang tidak bisa berjualan hingga malam hari. Pasalnya, ketika menjelang malam, kondisi deretan Pasar Kembang ini gelap gulita. ”Listrik belum menyala. Tapi kemarin saya lihat sudah ada petugas yang datang untuk memasang instalasi,” kata salah satu pedagang bunga di Pasar Kembang Kalisari, Afri, Senin (2/1).

Dia berharap agar Pasar Kembang tersebut segera dialiri listrik. Selama ini, meski kondisinya telah rapi dan bersih, tetapi masih terganggu karena belum ada aliran listrik. Akibatnya, para pedagang setiap sore atau menjelang malam harus ’beres-beres’ untuk pulang. ”Saya menutup kios pukul 17.00 atau menjelang magrib, karena sudah mulai gelap. Standar biasanya, kios-kios Pasar Kembang berjualan hingga pukul 21.00-22.00. Itu pun kalau banyak pesanan harus lembur,” katanya.

Tentunya, karena listrik belum ada, aktivitas pedagang sangat terganggu dan belum nyaman. Bagaimanapun, listrik merupakan kebutuhan primer. Sama halnya air bersih. ”Selain itu, kami juga minta agar pedagang Florist diperbolehkan membuat sekat di bangunan atas. Karena selama ini kondisinya terbuka dan membuat kurang nyaman,” katanya.

Para pedagang rata-rata kebingungan menaruh barang berharga karena kondisinya terbuka. Makanya, saat ini masih banyak pedagang belum menempati blok-blok di lantai 2. ”Banyak pedagang masih persiapan pindah,” katanya. Jumlah pedagang di kawasan tersebut sebanyak 41 kios di shelter tanaman hias, 63 kios florist, dan 7 kios pedagang pot. Jumlah totalnya sebanyak 111 pedagang.

Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang Agus Riyanto mengatakan masih melakukan penyelesaian. Termasuk penyediaan aliran listrik untuk Pasar Kembang Kalisari. ”Tahap 1 sudah selesai, tinggal melengkapi. Ini nanti langsung dilanjutkan ke tahap 2. Setelah Pasar Kembang jadi, Januari nunggu OPD baru, langsung dilanjutkan,” katanya.

Pembangunan tahap 2 tersebut, di antaranya revitalisasi sungai di belakang Pasar Kembang dan pengecatan secara serempak di dua RW yakni RW 3 dan RW 4, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan untuk dijadikan sebagai Kampung Pelangi. ”Tapi itu masih akan dikoordinasikan dengan lurah, camat, dan bekerja sama dengan CSR. Warga yang rumahnya belum diplester nanti kami bantu semen. Januari ini masih konsolidasi. Mungkin Februari bisa bergerak. Ada sebanyak 432 rumah warga. Nanti juga menyesuaikan kondisi cuaca mengingat ini berkaitan dengan pengecatan,” katanya.

Dalam menggarap kampung tersebut, pihaknya nanti juga melibatkan sejumlah arsitek dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kota Semarang. ”Selain itu juga melibatkan seniman, sketser, beberapa titik mungkin ada yang dibikin 3 dimensi. Termasuk grafitti maupun mural. Semua kami desain, agar pengecatan tidak ngawur,” katanya. Selain pengecatan, sungai di tepi Pasar Kembang tersebut dilakukan normalisasi dan memperbaiki pedestrian hingga Tugu Muda. (amu/zal/ce1)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Dag Dig Dug Pemilu Malaysia

Posisi terakhir 50:50. Tapi Najib Razak mungkin menang tipis. Itulah up date dari teman saya di Malaysia. Kemarin sore. Hanya beberapa jam sebelum Pemilu yang...

Relokasi Pedagang Pasar Kobong Jangan Dipaksakan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang diminta untuk berhati-hati dalam relokasi pedagang Pasar Rejomulyo Lama (Pasar Kobong) ke Pasar Rejomulyo Baru Semarang. Sebab, jika tak diantisipasi...

Hijab Tak Batasi Berkarya

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Citra Milleni Dwi Agustin dinobatkan sebagai The Best Hijab Ambassador 2018 di Artos Mall, Sabtu, (14/4) malam lalu. Dalam acara yang...

Spoorlaan di Kemijen, Jejak Stasiun Tertua di Indonesia

Jejak stasiun kereta api pertama di Indonesia diduga ada di Kelurahan Kemijen, Semarang Timur. Tempat itu disebut Spoorland (Spoorlaan) atau Stasiun Semarang NIS (Nederlandsch...

Reses, Anggota DPRD Dimodali Rp 408 Juta

“Untuk tunjangan reses langsung ke anggota dewan bersangkutan sebesar Rp. 6,3 juta dipotong pajak. Kemudian, ada anggaran back up penyelenggaraan kegiatan reses seperti biaya...

Dominasi Permainan, PSIW Kalah Lagi

WONOSOBO – Tim sepak bola kebanggaan Wonosobo PSIW U-17 menjamu Persibangga U-17 di Stadion Kolodete Kalianget, Rabu (29/3). Laga kandang dalam kompetisi Liga Soeratin...