Bank Sampah Targetkan 100 Nasabah

512

PEKALONGAN – Setelah diresmikan pada 22 Desember lalu, Bank Sampah Kota Pekalongan yang merupakan terobosan dari Koperasi Berkah Brayan Urip, hari ini, Selasa (3/1) mulai dioperasionalkan. Direktur Bank Sampah, Hermawan menyampaikan sebagai langkah awal tahun ini pihaknya menargetkan 70 sampai 100 nasabah dari semua kalangan.

“Pertama kami masih fokus pada Pemerintah Kota Pekalongan dan SMP/SMA Negeri terlebih dahulu untuk menjadi nasabah,” jelasnya, kemarin. Bahkan untuk mewujudkan target tersebut, pihak Bank Sampah akan membuat surat permohonan kerjasama untuk seluruh SKPD di wilayah Pemkot Pekalongan dan SMP/SMA Negeri di Kota Pekalongan.

Meskipun sudah beroperasi, pihaknya mengakui belum menentukan harga masing-masing sampah yang bisa ditabung. “Ada tiga jenis sampah yang kami terima yakni logam, plastik dan kertas. Harganya belum bisa kami tentukan sekarang. Sementara fokus mencari nasabah,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang berminat menabungkan tiga jenis sampah tersebut bisa langsung mendaftar menjadi nasabah di Bank Sampah. Dengan membayar biaya administrasi, kemudian akan mendapatkan buku tabungan.

Bank Sampah yang terinspirasi dari bank serupa yang ada di Malang, nantinya juga bisa mengambil sampah-sampah di tempat nasabah. Sehingga nasabah tidak harus membawanya sendiri ke Bank Sampah. Sementara itu, untuk pengolahan sampah-sampah tersebut, Dinas Lingkungan Hidup akan memberikan bantuan alat pencacah plastik. Hasil cacahannya tersebut kemudian bisa dimanfaatkan kembali oleh industri. “Kami juga akan bekerjasama dengan pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan limbah tersebut, semisal PKK, sekolah dan lainnya untuk dibuat kerajinan,” imbuhnya.

Selain nominal uang yang akan didapat nasabah, bisa diambil dalam bentuk pinjaman modal usaha bagi nasabah yang membutuhkan. “Planning ke depannya, dari tabungan sampah tidak hanya berupa uang tetapi pinjaman modal usaha,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid, mengatakan Bank Sampah ini akan menambah nilai ekonomis kesejahteraan masyarakat dari barang yang tidak digunakan lagi, tetapi bisa dimanfaatkan kembali. Mengingat masalah sampah di Kota Pekalongan juga memprihatinkan. “Sampah ini adalah masalah yang harus kita seriusi dalam penanganannya. Sangat baik kalau Bank Sampah ini bisa mengurangi sampah yang sulit diurai serta berserakan di mana-mana,” katanya. (tin/ric)