PUTRI Mataram Sleman menabalkan diri sebagai juara sejati Bengawan Cup. Pada ajang yang berlangsung di Stadion Sriwedari tersebut, mereka dua musim beruntun membawa pulang trofi juara ke Sleman. Paling gres mereka juara setelah menyapu bersih tiga kemenangan, yakni saat meladeni tuan rumah Putri Surakarta, Persijap Kartini Jepara, dan Garda Siliwangi Sukabumi.

Koleksi gol Putri Mataram pun tak main-main. Skuad asuhan Sri Hastuti ini mengemas 10 gol. Hebatnya lagi, mereka jadi klub yang paling sedikit kebobolan. Gawang Putri Mataram yang dikawal Bella Rahmah hanya kebobolan 2 gol.

”Kunci keberhasilan kami karena bermain solid. Bersyukur kami kembali meraih kesuksesan untuk selalu menang dan masih di beri kesempatan kembali menjadi juara. Di luar itu, sebenarnya kunci dari semua ini hanya ada di sisi konsistensi. Selain rutin mengasah skill pemain, kami juga berharap kompetisi bisa rutin digelar demi kemajuan tim,” harap pelatih Putri Mataram, Sri Hastuti.

Mental juara memang diperlihatkan Putri Mataram kala meladeni Persijap di laga terakhir (31/12). Sempat penasaran lantaran dua penalti mereka menit ke-11 dan 13’ ditepis kiper lawan, Putri Mataram akhirnya memulai pesta tiga menit berselang.

Duet Suciana Yuliani dan Suciyati Cinti yang sempat gagal mengeksekusi penalti berurutan menjebol gawang Persijap. Tepatnya di menit ke-16 dan 17’. Dalam laga ini Putri Mataram menang telak 6-1. Gol lainnya disumbangkan Farhana Risqi (19′), dan hattrick Dhia Putri Hapsari (20’, 28’, 53’).

Dari kubu lawan, kubu Persijap legawa meski gagal mengemas poin sepanjang turnamen. Catatan mereka juga memprihatinkan karena selalu jadi lumbung gol lawan. Total 13 gol bersarang ke gawang Persijap. Sedangkan lini serang Persijap hanya mampu mengkreasi 2 gol.

“Bengawan Cup ini turnamen perdana kami, jadi tidak ada target besar di sini. Musim depan tentu kami harus lebih baik lagi hasilnya,” ucap pelatih Persijap Kartini Jepara, M. Yusuf. (nik/fer)