KENDAL—Kejahatan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) mengalami peningkatan hampir 75 persen. Data Polres Kendal, selama 2016 telah berhasil mengungkap 14 kasus. Jumlah tersebut meningkat tajam jika dibanding 2015 yang hanya delapan kasus.

Kapolres Kendal, AKBP Maulana Hamdan, mengatakan, pelanggaran tertinggi adalah penyalahgunaan narkoba jenis sabu. “14 perkara tersebut sudah kami selesaikan seluruhnya,” katanya.

Meski peningkatan kasus narkoba cukup tinggi, secara umum pengungkapan kasus kriminalitas di Polres Kendal mengalami penurunan 27 kasus atau 10 persen dibanding 2015. Sepanjang 2015, Polres Kendal berhasil mengungkap 256 kasus kriminal. Sedangkan pada 2016 menurun menjadi 229 kasus.

Penurunan juga terjadi pada jumlah kasus tindak pidana, pada 2015 sebanyak 372 kasus, turun menjadi 270 kasus atau 27 persen pada 2016. “Penurunan jumlah ungkap kasus karena angka kriminalitas dan tindak pidana di Kendal juga menurun,” bebernya.

Peningkatan kasus terjadi pada angka kecelakaan lalulintas mencapai 10 persen. Tercatat, pada 2015 terjadi 337 kasus kecelakaan, sedangkan pada 2016 meningkat menjadi 415 kejadian.

Dari jumlah kasus tersebut, korban meninggal dunia 103 orang, lebih tinggi dibandingkan 2015 yang hanya 93 orang.  Demikian pula kerugian material, naik dari Rp 161 juta pada 2015 menjadi Rp 191 juta pada 2016.

Penyebab kecelakaan antara lain, karena human error, dan ketidaktertiban dari pengendara terhadap rambu-rambu lalulintas. Hal itu bisa dilihat dari angka pelanggaran yang mengalami kenaikan. Pada 2015 tercatat 12.665 kasus, menjadi 16.860 kasus pelanggaran pada 2016.

“Makanya ke depan, tindakan preventif untuk mengurangi angka kecelakaan akan digalakkan dengan meningkatkan sosialisasi tertib lalu lintas kepada masyarakat, terutama di sekolah-sekolah. Sosialisasi tertib lalu lintas sebenarnya sudah dilakukan, tapi akan terus ditingkatkan,”katanya.

Sedangkan untuk kasus pembunuhan, selama 2016 mengalami penurunan paling banyak. Yakni dari 5 kasus pada 2015, turun menjadi 1 kasus pada 2016. “Untuk kasus curat, curanmor, curas, penipuan, perjudian dan kejadian kebakaran juga menurun,”tambahnya.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Arwansa, menambahkan, selain kasus narkoba, kejahatan luar biasa yang berhasil diungkap Polres Kendal adalah kasus tindak pidana korupsi. Yakni sebanyak dua kasus. “Semuanya sudah tertangani dan dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya. (bud/aro)