Internet Sehat Tangkal Radikalisme

335

SEMARANG – Perkembangan teknologi telah memudahkan kegiatan berkirim pesan, termasuk dalam membagikan ide-ide radikalisme. Untuk menghindari arus radikalisme dan terorisme, diperlukan peran aktif generasi muda dalam berjejaring di dunia maya.

”Salah satunya dengan basis pemikiran berinternet sehat. Itu dapat menjadi modal dalam mengurangi berita bohong atau hoax yang cepat tersebar,” kata dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, M. Rikza Chamami saat mendeklarasikan Cyber Aswaja Jateng di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jumat (30/12).

Persebaran pesan-pesan hoax di dunia maya, kata dia, jika tidak ditanggapi dengan baik dapat mengganggu nasionalisme dan melahirkan ideologi sumbu pendek. Sehingga, sudah saatnya generasi muda di Jateng melahirkan pasukan media sosial untuk membendung arus radikalisme dan terorisme. ”Karena dalam memanfaatkan media sosial tentunya dibutuhkan kecerdasan dari penggunanya,” tegas Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang ini.

Sementara itu, Munawir Aziz dari PP Lembaga Ta’lif Wan Nasyr mengatakan, mengenai konten-konten yang ada di dunia maya, selain mengedepankan konten keagamaan juga harus memperbanyak tema tentang kebangsaan. Hal ini sebagai upaya untuk merekatkan masyarakat menjadi Indonesia dengan bingkai persatuan dan kesatuan.

”Produksi tulisan-tulisan seputar Islam damai dan nilai kebangsaan dengan basis Pancasila harus diperkuat juga. Dengan banyak tulisan yang bernilai kebangsaan, maka arus radikalisme akan pudar dengan sendirinya,” katanya. (sga/ric/ce1)