33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Awalnya Kenal di Jalan, Kini Sering Bersepeda Bersama

Lebih Dekat dengan Komunitas Sepeda Lipat Brompton Semarang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Para pencinta sepeda lipat tergabung dalam Komunitas Brompton Semarang. Selain rutin bersepeda bersama, komunitas ini kerap berbagi rezeki kepada kaum dhuafa. Seperti apa?

M HARIYANTO

KOMUNITAS Sepeda Lipat Brompton Semarang terbentuk awal 2014 silam. Awalnya, anggota pencinta sepeda keluaran Eropa ini hanya segelintir saja. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Ada karyawan swasta, wiraswasta, Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta pengusaha.

“Waktu awal terbentuk paling hanya 6 sampai 8 orang saja. Namun sekarang jumlahnya sudah 20-an orang lebih,” ungkap anggota Komunitas Brompton Semarang, Satrio Hartoko, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (1/1) kemarin.

Satrio menceritakan, komunitas ini terbentuk diawali dengan kegiatan sepeda santai setiap  Minggu pagi atau hari libur. Awalnya, anggota komunitas ini tidak saling kenal. Mereka hanya bertemu di arena car free day (CFD). Dari awal tegur sapa ini, lambat laun para pencinta sepeda lipat saling mengobrol hingga terbentuk Komunitas Brompton Semarang.

“Kami biasa kumpul di depan halte Simpang Lima depan Hotel Ciputra sekitar pukul 06.00. Kita ngobrol-ngobrol seputar sepeda Brompton, terus keliling kota tergantung kesepakatan bersama arah mana,” kata pria yang akrab disapa Rio ini.

Diakuinya, para anggota pencinta sepeda lipat ini tidak sekadar datang membawa sepeda. Mereka juga bersama keluarga sambil membawa bingkisan yang nantinya dibagi-bagi kepada kaum dhuafa. “Ya, sehat cari keringat, ya berbagi kepada sesama. Kadang ada yang membawa bungkusan nasi. Yang lainnya ada yang membawa makanan. Terus dibagikan kepada penyapu jalanan dan kaum dhuafa lainnya,” ujarnya.

Alasan memilih sepeda lipat jenis Brompton, Rio menjelaskan sepeda lipat produk Inggris ini berbeda dengan sepeda lipat lainnya. Selain lebih nyaman, sepeda ini lebih ringkas untuk dibawa keluar kota. Sebab, tak jarang para pencinta sepeda ini melakukan kegiatan bersepeda sampai ke kota tetangga.

“Lebih ringkas, paling hanya ukuran sekitar 40 x 40 sentimeter kalau dilipat. Jadi, mudah untuk dibawa kemana-mana. Bisa dibawa kerja, kegiatan santai, maupun travelling keluar kota,” terangnya.

Daerah yang pernah didatangi Komunitas Brompton Semarang, lanjut Rio, di antaranya Tegal, Karimunjawa, Jepara dan Kaliurang, Jogja. Bahkan, pada acara tahunan, Komunitas Brompton Semarang pernah sampai ke Kepulauan Riau.

“Secara nasional ada Brompton Owner Indonesia. Setiap tahun pasti ada kegiatan, berpindah-pindah kota. Dua tahun lalu di Solo, dan tahun kemarin di Bintan Riau. Di event Borobudur juga pernah,” katanya.

Sedangkan pada 2017 ini, rencana kegiatan tahunan ini akan diselenggarakan di Kota Semarang. Sesuai rencana, event ini akan diselenggarakan pada April 2017 nanti, dihadiri berbagai anggota Komunitas Brompton di Indonesia.

“Kegiatan kita kumpul-kumpul, sharing, dan silaturahmi. Kadang kalau kita keluar kota, pas ketemu pengguna sepeda lipat Brompton rasanya seperti sudah kenal lama, langsung akrab,” ujarnya.

Diakuinya, sejauh ini Komunitas Brompton Semarang belum sampai melangkah melakukan kegiatan bakti sosial. Namun, ke depan kegiatan tersebut akan masuk dalam agenda komunitas. “Ke depanya nanti kegiatan sosial mungkin pasti ada. Kalau kemarin-kemarin kita masih sebatas di jalanan saja,” ucapnya.

Rio mengakui, harga sepeda lipat merek Brompton relatif tinggi. Harga normal mencapai Rp 20 juta. Sedangkan tipe atau seri yang paling bagus, bisa mencapai Rp 40 juta sampai Rp 50 juta per unit. Namun Rio menyampaikan, anggota komunitas ini tidak berlomba-lomba dalam keunggulan merek sepeda.

“Kita lebih menjalin pertemanan dan persaudaraan. Di sini kita bisa berbagi. Apalagi di dalam anggota kita dari berbagai kalangan. Ya, tadi ada PNS, karyawan, dan pengusaha. Jadi, tidak sama,” terang pria yang tinggal di Mangunharjo, Tembalang ini. (*/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ajak Generasi Muda Kreatif dan Inovatif

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Hidup di era serba digital dan penuh teknologi, pada momen Hari Kebangkitan Nasional Bupati Batang Wihaji mengajak anak muda agar lebih kreatif...

Kulit Delima Kreasi Mahasiswa Atasi Keputihan

MUNGKID-- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang kembali berhasil menemukan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini mereka menemukan khasiat kulit delima untuk mengatasi keputihan. "Selama...

Baru Empat Parpol di Kendal Lolos Verifikasi

KENDAL – Sebanyak empat partai politik (parpol) dinyatakan lolos verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Kabupaten Kendal. Keempat parpol tersebut adalah PDIP, PAN ...

Dua Halte BRT Dibiarkan Ambruk

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Dua halte Bus Rapid Transit (BRT) di Kabupaten Semarang dibiarkan ambruk. Yakni, Halte Lemah Bang, tepatnya di depan bengkel Sumber Motor atau di...

Kekalahan Akibat Terlalu

Oleh: Dahlan Iskan Kejutan di Taiwan. Atau bukan kejutan. Partai yang ingin merdeka itu kalah. Telak. Presiden Taiwan pun, Tsai Ing-wen, mengundurkan diri. Sebagai ketua partai....

Pasar Mangkrak Jadi Arena Judi Sabung Ayam

SEMARANG - Pasar Banjardowo,  Genuk, Semarang yang dikelola investor PT Pratama Sarana Mandiri, sudah hampir 11 tahun mangkrak. Dari 241 kios dan 240 los, hanya sebagian...