Awalnya Kenal di Jalan, Kini Sering Bersepeda Bersama

Lebih Dekat dengan Komunitas Sepeda Lipat Brompton Semarang

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

Para pencinta sepeda lipat tergabung dalam Komunitas Brompton Semarang. Selain rutin bersepeda bersama, komunitas ini kerap berbagi rezeki kepada kaum dhuafa. Seperti apa?

M HARIYANTO

KOMUNITAS Sepeda Lipat Brompton Semarang terbentuk awal 2014 silam. Awalnya, anggota pencinta sepeda keluaran Eropa ini hanya segelintir saja. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Ada karyawan swasta, wiraswasta, Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta pengusaha.

“Waktu awal terbentuk paling hanya 6 sampai 8 orang saja. Namun sekarang jumlahnya sudah 20-an orang lebih,” ungkap anggota Komunitas Brompton Semarang, Satrio Hartoko, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (1/1) kemarin.

Satrio menceritakan, komunitas ini terbentuk diawali dengan kegiatan sepeda santai setiap  Minggu pagi atau hari libur. Awalnya, anggota komunitas ini tidak saling kenal. Mereka hanya bertemu di arena car free day (CFD). Dari awal tegur sapa ini, lambat laun para pencinta sepeda lipat saling mengobrol hingga terbentuk Komunitas Brompton Semarang.

“Kami biasa kumpul di depan halte Simpang Lima depan Hotel Ciputra sekitar pukul 06.00. Kita ngobrol-ngobrol seputar sepeda Brompton, terus keliling kota tergantung kesepakatan bersama arah mana,” kata pria yang akrab disapa Rio ini.

Diakuinya, para anggota pencinta sepeda lipat ini tidak sekadar datang membawa sepeda. Mereka juga bersama keluarga sambil membawa bingkisan yang nantinya dibagi-bagi kepada kaum dhuafa. “Ya, sehat cari keringat, ya berbagi kepada sesama. Kadang ada yang membawa bungkusan nasi. Yang lainnya ada yang membawa makanan. Terus dibagikan kepada penyapu jalanan dan kaum dhuafa lainnya,” ujarnya.

Alasan memilih sepeda lipat jenis Brompton, Rio menjelaskan sepeda lipat produk Inggris ini berbeda dengan sepeda lipat lainnya. Selain lebih nyaman, sepeda ini lebih ringkas untuk dibawa keluar kota. Sebab, tak jarang para pencinta sepeda ini melakukan kegiatan bersepeda sampai ke kota tetangga.

“Lebih ringkas, paling hanya ukuran sekitar 40 x 40 sentimeter kalau dilipat. Jadi, mudah untuk dibawa kemana-mana. Bisa dibawa kerja, kegiatan santai, maupun travelling keluar kota,” terangnya.

Daerah yang pernah didatangi Komunitas Brompton Semarang, lanjut Rio, di antaranya Tegal, Karimunjawa, Jepara dan Kaliurang, Jogja. Bahkan, pada acara tahunan, Komunitas Brompton Semarang pernah sampai ke Kepulauan Riau.

“Secara nasional ada Brompton Owner Indonesia. Setiap tahun pasti ada kegiatan, berpindah-pindah kota. Dua tahun lalu di Solo, dan tahun kemarin di Bintan Riau. Di event Borobudur juga pernah,” katanya.

Sedangkan pada 2017 ini, rencana kegiatan tahunan ini akan diselenggarakan di Kota Semarang. Sesuai rencana, event ini akan diselenggarakan pada April 2017 nanti, dihadiri berbagai anggota Komunitas Brompton di Indonesia.

“Kegiatan kita kumpul-kumpul, sharing, dan silaturahmi. Kadang kalau kita keluar kota, pas ketemu pengguna sepeda lipat Brompton rasanya seperti sudah kenal lama, langsung akrab,” ujarnya.

Diakuinya, sejauh ini Komunitas Brompton Semarang belum sampai melangkah melakukan kegiatan bakti sosial. Namun, ke depan kegiatan tersebut akan masuk dalam agenda komunitas. “Ke depanya nanti kegiatan sosial mungkin pasti ada. Kalau kemarin-kemarin kita masih sebatas di jalanan saja,” ucapnya.

Rio mengakui, harga sepeda lipat merek Brompton relatif tinggi. Harga normal mencapai Rp 20 juta. Sedangkan tipe atau seri yang paling bagus, bisa mencapai Rp 40 juta sampai Rp 50 juta per unit. Namun Rio menyampaikan, anggota komunitas ini tidak berlomba-lomba dalam keunggulan merek sepeda.

“Kita lebih menjalin pertemanan dan persaudaraan. Di sini kita bisa berbagi. Apalagi di dalam anggota kita dari berbagai kalangan. Ya, tadi ada PNS, karyawan, dan pengusaha. Jadi, tidak sama,” terang pria yang tinggal di Mangunharjo, Tembalang ini. (*/aro)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -