Punya Tiga Mode Berkendara

Honda CBR 250 RR

3248

Pasar otomotif pada akhir tahun 2016 lalu semakin ramai pasca pabrikan asal Jepang, Honda meluncurkan varian motor sport kelas menengah ke atas yakni Honda CBR 250 RR di Jawa Tengah sekitar September lalu.

Varian motor terbaru ini memiliki kapasitas mesin 250 cc, liqiud cooled 4 stroke DOHC 8 Valve, pararel twin cylinder yang diklaim mampu menghasilkan tenaga yang besar yakni 36,3 tk @ 12.500 dan torsi puncak 22,5 NM @ 10.500 rpm. “Dengan teknologi dan mesin yang diusung ini, Honda CBR 250 RR punya tenaga yang sangat gahar namun mudah dikendalikan,” kata Yusuf Eko Nugroho, Manager Big Bike Astra Honda Motor Jawa Tengah.

Yusuf membeberkan jika motor tersebut memiliki tiga mode untuk berkendara dengan fitur yang canggih mirip dengan motor gede dengan kapasitas mesin diatas 500 cc. Tiga mode berkendara ini yakni comfort, dan sport sesuai dengan kebutuhan pengendara. “Mode ini disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga kapan pun pengendara mau bisa mengganti via tombol di setang kiri bagian depan,” terangnya.

Mengacu segi desain, Honda CBR 250 RR terbaru memiliki desain sporty dengan garis tegas di bagian fairing depan, tanki, lampu depan hingga bagian belakang. Pada headlamp mengusung tipe LED dengan 2 layer atau tingkatan. Dua lampu bagian bawah sebagai lampu utama, disusul lampu lain yang menyipit mirip alis yang berfungsi lampu sein depan. “Desain lampu yang futuristik ini sudah dipatenkan sehingga tidak ditiru oleh kompetitor,” ungkapnya.

Masih pada bagian desain, panel speedometer menggunakan digital sehingga mudah dibaca. Pada panel ini, cukup lengkap diantaranya ada tachometer, indikator kecepatan, bahan bakar, indikator gigi dan jam digital. Melangkah ke bagian sasis, motor ini menggunakan bahan steel trust frame yang lentur namun kokoh. “Swing arm dibuat dari aluminium dengan tipe full arm, yang kuat menahan beban dan goncongan dengan tipe peredam kejut monoshock dan up side down untuk bagian depan,” ujarnya.

Melangkah ke bagian kaki-kaki dan pembuangan bahan bakar atau knalpot, motor ini menggunakan jenis velg palang 7 yang mirip motor balap. Sementara untuk bagian knalpot motor ini menggunakan 2 buah silencer atau knalpot tingkat yang membuatnya lebih menawan. “Motor ini sendiri memiliki bobot 165 kilogram untuk tipe standar dan 168 kilogram untuk tipe ABS yang cukup ringan untuk moge kelas menegah,” katanya.

Motor ini sendiri memiliki dua varian yakni Non ABS dan ABS, dengan tiga pilihan warna yakni Anchor Greymetallic, Honda Racing Red dan Mat Gunpowder Black Metallic yang dilepas dengan harga mulai Rp 63 jutaan untuk non ABS dan Rp 69 jutaan untuk tipe ABS. “Sambutan masyarakat sangat bagus. Data yang masuk sampai November lalu mencapai 147 unit yang sudah terjual, sedangkan yang inden sudah 229 unit,” ungkapnya.

Untuk tahun 2017, ditargetkan penjualan sebesar 150 unit sampai 200 unit per bulan dengan komposisi 70 persen produk yang terjual adalah jenis ABS. “Kita juga menargetkan bisa mengambil market kompetitor hingga menguasai pangsa pasar 50 persen motor sport,” tutupnya. (den/ric)