Alih Fungsi Terminal Terboyo Ditunda

890

SEMARANG – Puluhan perwakilan pedagang dan serikat pekerja transport Terminal Terboyo, Sabtu (31/12) kemarin, menggelar syukuran atas ditundanya alih fungsi terminal penumpang menjadi tempat bongkar muat barang dan parkir truk besar.

Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Terminal Terboyo, Mustofa, mengatakan, acara syukuran yang digelar sederhana tersebut seakan menjawab kegelisahan pedagang dan serikat pekerja. Di mana sebelumnya, pedagang mendapatkan surat dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, untuk segera pindah per 1 Januari 2017. Namun, surat tersebut tidak berlaku dikarenakan muncul surat edaran dari Dirjen Perhubungan tanggal 23 Desember 2016, yang menyatakan ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

(Inzet) Para pedagang dan serikat pekerja transport menggelar syukuran atas ditundanya alih fungsi Terminal Terboyo. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(Inzet) Para pedagang dan serikat pekerja transport menggelar syukuran atas ditundanya alih fungsi Terminal Terboyo. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Kami sudah mendapatkan surat untuk segera pindah, tapi mau  dipindah kemana pun belum jelas. Sosialisasi dari Pemkot Semarang pun belum ada, kita mau dipindah kemana,”jelasnya.

Mustofa mengaku mendukung langkah pemerintah jika ingin mengalih fungsi Terminal Terboyo. Namun, pihaknya menginginkan hal tersebut dibicarakan kembali dengan pedagang.

“Pedagang kalau pindah tidak masalah, namun dipindah kemana harus jelas, apakah ke Terminal Mangkang, Penggaron atau Banyumanik,” katanya.

Meski demikian, lanjut Mustofa, jika memang ditunda sampai batas waktu yang tidak dituntukan, pihaknya menginginkan pemerintah untuk memperbaiki Terminal Terboyo agar kembali seperti sedia kala.

“Jika memang ditunda, terminal ini hendaknya dikembalikan saat seperti dahulu. Agar penumpang mau masuk ke dalam terminal, dan terminal bayangan dihilangkan,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Serikat Pekerja Transport (SPT) Terboyo, Joko Abdul Latif. Ia juga menginginkan terminal diperbaiki agar ramai dan banyak penumpang yang berada di dalam terminal ketimbang naik dan turun di luar terminal. (dit/aro)