TAHUN 2017 menurut pakar fengshui Semarang, Tjeng Sindhu Berlian, merupakan Tahun Ayam Api. Masyarakat Jawa Tengah khususnya harus bisa lebih tertib dalam hal administrasi.  “Ayam api berbicara ketegasan dalam hal administrasi, jadi masyarakat harus bisa ikut tertib,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Setiap pergantian tahun, merupakan bagian penting yang akan membawa dampak bagi setiap orang. Baik dampak negatif maupun positif. Untuk tahun Ayam Api ini nasib baik bagi mereka yang memiliki Shio Ular, Kerbau dan Naga. Sementara yang memiliki Shio Kelinci dan Anjing harus lebih waspada dan berhati-hati.

Penghitungan didasarkan pada filosofi Tiongkok di mana nasib seseorang ditentukan oleh tiga faktor, yakni langit, bumi, dan manusia.  “Namanya kehidupan pasti akan ada pergantian, jadi ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan,” ujarnya.

Masyarakat harus bisa lebih tertib dalam administrasi, karena jika tidak pasti akan kesulitan. Karena berdasarkan perhitungan tahun Ayam Api sangat menuntut ketegasan, ketertiban administrasi.

Ia mencontohkan, jika masyarakat tidak tertib dalam perpajakan harus segera diselesaikan, karena akan menjadi persoalan di tahun Ayam Api ini. “Tidak hanya pajak, tetapi harus tertib keuangan, kesehatan dan lainnya. Jika tertib administrasi, maka akan lebih aman,” katanya.

Ketegasan administrasi ini menjadi kunci utama di tahun Ayam Api. Sehingga membutuhkan bentuk kewaspadaan, kehati-hatian yang lebih tinggi dibandingkan 2016. Jika masyarakat ingin sukses dalam berbisnis, lanjut dia, yang cukup menguntungkan adalah bisnis yang ada unsur api dan tanah. “Tapi, apapun usaha atau bisnis Anda harus bisa lebih tertib dalam administrasi. Ini akan menjadi titik penting di tahun Ayam Api,” ujarnya. (fth/aro)