Tidak Terdaftar di Kemenag Jateng

28

TRAVEL umrah dan haji plus Rihlah Alatas Wisata (RAW) Semarang yang berkantor di ruko Jalan Walter Monginsidi, Pedurungan, ternyata tidak terdaftar di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jateng.

Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Maksum, yang datang ke kantor RAW Semarang kemarin (9/12) mengatakan, dari hasil penelusurannya, RAW Semarang tidak memiliki izin di Kantor Kemenag Jateng. Karena itu, pihaknya tidak dapat melakukan tindakan atas kasus yang mengecewakan ribuan jamaah calon umrah dan haji plus tersebut.

Maksum hanya bisa merekomendasikan kepada calon jamaah yang gagal diberangkatkan ke Tanah Suci untuk melapor ke aparat kepolisian.

”Karena tidak memiliki izin atau katakanlah ilegal, maka kami sarankan untuk lapor ke polisi, agar masuknya ke perkara kriminal,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sebaliknya, jika travel umrah dan haji plus itu sudah berizin, lanjut Maksum, pihaknya baru dapat menindaklanjuti, seperti menutup atau mencabut izinnya.

Dikatakan, melihat jumlah uang yang harus dibayarkan setiap calon jamaah, ia menilai bahwa biaya umrah itu tidak wajar, atau tidak seperti pada umumnya karena terlalu murah. Untuk paket umrah bersamaan, setiap calon jamaah hanya membayar Rp 15 juta.

”Dilihat dari harganya yang murah, perlu curiga juga,” paparnya.

Ia menambahkan, memang sudah banyak calon jamaah yang mendaftar bahkan melunasi biaya pemberangkatan di RAW Semarang. Namun hingga saat ini, mereka belum juga diberangkatkan oleh travel umrah dan haji plus tersebut. (sga/aro/ce1)

BAGIKAN