Prof Fathur: Pemimpin Dituntut Punya Inovasi

29
LUNCURKAN BUKU: Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Dr Fathur Rokhman menyerahkan buku kepada Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Mujib Rohmat. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUNCURKAN BUKU: Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Dr Fathur Rokhman menyerahkan buku kepada Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Mujib Rohmat. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah. Selain harus memimpin sebuah instansi serta mengeluarkan kebijakan, seorang pemimpin diharuskan punya inovasi untuk memajukan instansi tersebut. Pemikiran tersebut dituangkan Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof Dr Fathur Rokhman MHum, dalam buku berjudul ”Kepemimpinan Bertumbuh:  50 Kiat Memimpin Era Perubahan,” yang diluncurkan, kemarin (9/12).

Dalam buku tersebut, Fathur mencoba memberikan inspirasi bagi para mahasiswanya sebagai generasi penerus bangsa. ”Buku ini saya kembangkan berdasar pengalaman menjadi rektor selama 3 tahun, dan 7 tahun menjadi menjadi wakil rektor bidang pengembangan dan kerja sama,” kata Fathur saat peluncuran buku di Grand Candi Hotel, kemarin.

Melalui buku tersebut, ia mengaku tidak ingin menggurui, melainkan ingin berbagi pengalaman kepada para generasi muda dan mahasiswanya untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dalam hidup pascakuliah.  ”Melalui buku ini saya ingin berbagi pengalaman, bukan mengajari. Saya kira buku ini akan berguna, terutama bagi generasi masa kini yang sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Menurut dia, setiap orang memiliki bakat memimpin. Bakat itu bagaikan benih. Agar bisa tumbuh menjadi pohon yang kuat, berdaun lebat, dan menghasilkan bunga dan buah perlu dipelihara dengan berbagai tindakan positif yang coba diuraikan dalam sudut pandangnya. ”Saya coba uraikan pandangan saya, pertama, bagaimana menumbuhkan benih kepemimpinan. Kedua, menumbuhkannya agar menjadi kuat. Ketiga, menjaganya di kala krisis. Terakhir, bagaimana menyiapkan kepemimpinan generasi selanjutnya dengan berhasil,” jelasnya.

Dalam acara kemarin, dihadiri oleh  Wakil Ketua DPR RI Dr Agus Hermanto, Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, Direktur Pembinaan Kelembagaan Kementerian Ristek Dikti Dr Totok Prasetyo, serta Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Drs H Mujib Rohmat.

Buku yang dibuat Fathur mendapatkan apresiasi dari Menteri Riset dan Tekonologi Pendidikan Tinggi (Mensristekdikti), M. Natsir lantaran gagasan-gagasan Prof Fathur dapat diimplementasikan dalam mengembangkan kepemimpinan di perguruan tinggi untuk mendorong lahirnya inovasi. ”Perubahan adalah sebuah hal yang tidak bisa dihindari apalagi untuk seorang pemimpin. Jadi, pemimpin harus bisa melahirkan kebijakan dan produk yang inovatif,” ungkap Natsir.

Wakil Ketua DPR RI, Dr Ir Agus Hermanto, menambahkan, tidak hanya pemimpin, semua orang harus bisa menyesuaikan dengan perubahan zaman. Salah satunya adalah tentang masalah perubahan iklim atau global warming yang saat ini terjadi. ”Konsep kampus konservasi oleh Pak Fathur sangat baik, apalagi saat ini dunia menghadapi tantangan pemanasan global. Jika konsep yang sama diaplikasikan semua perguruan tinggi, paling tidak global warming bisa diminimalisasi,” katanya. (den/aro/ce1)

BAGIKAN