Masyarakat Desa Boto Tagih Janji Pemkab

30

UNGARAN-Masyarakat Desa Boto, Kecamatan Bancak, menagih janji Pemkab Semarang yang akan membangun pasar desa yang terletak di Dusun Krasak, Desa Boto pada tahun 2017. Pasalnya, kondisi pasar yang sejak tahun 1960 itu, kini kondisinya tidak terurus.

“Kami masyarakat kecil yang menempati salah satu kios di Pasar Krasak ini hanya mengingatkan pejabat-pejabat agar tidak lupa dengan janjinya yang akan membangun pasar pada tahun 2017,” kata Kartini, 60, pedagang di salah satu kios Pasar Krasak tersebut, Jumat (9/12) kemarin.

Menurut Kartini, keberadaan Pasar Krasak yang lama tidak terurus tersebut sekarang sepi pembeli. Sehingga pasar yang aktivitasnya tiap Kliwon dan Pon itu, tidak ada denyut perekonomian. “Padahal pasar ini dulu sempat ramai. Sejak dibukanya trayek bus Konco Narimo jurusan Tuntang-Kalimaling (Bancak) pada 1985 lalu, kondisi Pasar Krasak mulai sepi pembeli,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, banyak warga Bancak yang justru berbelanja ke Pasar Kalimaling atau Pasar Bringin yang notabene pasarnya lebih besar dan bagus. “Hal ini begitu terasa, terutama bagi pedagang, karena kondisi Pasar Krasak selain bangunannya tidak layak, pengunjungnya juga sepi akibat adanya trayek bus,” katanya.

Kelapa Desa Boto, Sjaichul Hadi menambahkan untuk mengatasi kondisi Pasar Krasak, harus dibangun. Dengan begitu, akan muncul efek domino yang positif di sekitar pasar tersebut. “Selain membangun Pasar Krasak, kami juga akan membangun sub terminal di atas tanah desa yang letaknya hanya beberapa meter dari Pasar Krasak atau tepatnya di depan kantor Kecamatan Bancak,” ungkapnya.

Pasar yang memiliki luas lahan 2500 meter persegi tersebut terdapat ratusan los. Saat ini hanya puluhan los yang masih ditempati pedagang. Di antaranya pandai besi yang berada di sisi luar Pasar Krasak.

Pasar Krasak pada 2016 lalu akan dibangun oleh Pemkab Semarang, tapi tiba-tiba tidak jadi dilakukan. Malah anggarannya digeser untuk membangun pasar di Kecamatan Kaliwungu. Hal ini mengecewakan masyarakat Desa Boto.

Bahkan Kepala Desa Boto, Sjaichul Hadi sempat mengklarifikasi ke Wakil Bupati Semarang, ternyata anggaran pembangunan Pasar Krasak digeser ke Kecamatan Kaliwungu. Saat itu pula, lanjutnya, pembangunan Pasar Krasak akan dilakukan tahun 2017 ini.

“Kami bersama masyarakat Desa Boto sangat kecewa dengan keputusan sepihak Pemkab Semarang. Sekarang ini, kami menunggu janji Pemkab Semarang yang katanya akan membangun Pasar Krasak pada tahun 2017 ini,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Semarang Mundjirin mengatakan alasan batal dibangunnya Pasar Krasak yaitu karena berdiri di atas lahan milik pemerintah desa. “Dengan adanya PP Nomor 23 kami tidak boleh membangun fasilitas di luar tanah milik Pemda baik itu pasar maupun infrastruktur jalan,” katanya.

Adapun persyaratan agar fasilitas tersebut dapat dibangun, aset itu harus diserahkan terlebih dahulu kepada Pemkab Semarang. “Baru bisa dibangun,” tuturnya.

Mundjirin juga mengingatkan hal tersebut tidak hanya berlaku untuk pembangunan pasar saja. Namun pembangunan infrastruktur jalan poros desa yang secara hukum masih menjadi aset milik desa.

“Kalau jalan kabupaten itu persyaratannya lebih dari 5 meter. Kalau diserahkan ke kami tidak masalah. Karena jalan di desa tanahnya mau dimiliki untuk apa. Cuma kalau mau diserahkan harus ada SK dari bupati,” katanya.

Apabila aset tersebut sudah sah dimiliki oleh Pemkab Semarang, maka dapat dilakukan pembangunan sesuai kebutuhan dan usulan dari masyarakat. “Lha kalau mau minta dibangun sekarang (Pasar Krasak) waktunya tidak bisa. Karena APBD 2017 sudah digedog bulan November lalu. Kemungkinan 2017 baru diusulkan dan pelaksanaan pembangunan pada 2018,” tuturnya. (ewb/ida)

BAGIKAN