Komisi D Dukung Bupati Rotasi Guru

21
Annurochim (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Annurochim (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Rencana Bupati Kendal, Mirna Annisa melakukan rotasi terhadap guru-guru di Kendal, mendapatkan apresiasi dari Komisi D DPRD Kendal. Langkah orang nomor satu di Kendal ini, dinilai sangat tepat dalam memberikan penyegaran guru dalam mengajar dan memajukan seluruh sekolah di Kendal.

Ketua Komisi D DPRD Kendal, Annurochim mengatakan kendala yang dihadapi sekolah saat ini memang komplek. Tidak hanya soal bangunan fisik dan keterbatasan sarana dan prasarana sekolah saja, tapi juga mental guru dalam mengajar dan mendidik para siswa di kelas.

Menurut Annurochim, banyak guru sekarang ini kehilangan semangatnya untuk mengajar siswa dan kurang motivasi karena sekolah yang di pinggiran. Selain itu, guru juga tidak berinovasi dalam membuat kurikulum pembelajaran kelas lantaran saking lamanya mengajar di kelas dan sekolah yang sama.

Hal ini menjadi masalah, sehingga metode yang digunakan mengajar dari tahun ke tahun selalu sama. Inilah yang menyebabkan sekolah sulit berkembang, akibatnya siswa yang menjadi korban karena kemalasan guru. “Langkah rotasi guru ini, kami sangat mendukung sekali dan berharap bisa segera diterapkan. Sehingga guru-guru ini memiliki semangat dalam mengajar dan memajukan sekolah,” tandasnya.

Namun ia berpesan agar rotasi guru ini yang akan dilakukan bupati nantinya tidak jauh jarak antara sekolah dengan lokasi rumah tinggal guru. “Ya paling jauh satu kecamatan dulu, atau bisa keluar kecematan tapi masih dalam satu kawedanan. Sehingga tidak sampai memberatkan guru,” pintanya.

Bupati Mirna, mengatakan jika rencana rotasi mengajar guru nantinya akan ia usahakan tidak sampai membebani guru maupun sekolah. Sebab, tujuannya agar guru tidak mengajar dalam satu sekolah saja. Tapi bisa berpindah-pindah sesuai dengan penempatannya nantinya. Sehingga guru bisa merasakan mengajar di sekolah-sekolah lainnya.

“Karena yang terjadi selama ini, guru hanya mengajar di satu sekolah saja. Akibatnya guru yang dapat sekolah favorit merasa nyaman, sebaliknya yang tidak ya harus kerja keras. Dengan adanya rotasi guru ini, ke depan harapan saya semua sekolah nanti sama rata. Jadi tidak ada sekolah favorit dan tidak,” tandasnya.

Begitupun lokasi sekolah, dengan rotasi ini guru bisa merasakan mengajar di sekolah pinggiran ataupun perkotaan di wilayahnya masing-masing. Sehingga ada penyegaran karena lingkungan sekolah yang berganti. “Selama ini yang mengajar di kota nyaman dan yang di pelosok desa harus kerja berjuang. Jadi nantinya dengan rotasi menghilangkan kecemburuan antar guru,” tambahnya.

Hal ini akan mulai diterapkan dan tentunya akan ada evaluasi  dalam pelaksanaannya nantinya. Sehingga setiap guru memang dipacu untuk berpretasi jadi tidak bergantung pada sekolahnya saja. (bud/ida)

BAGIKAN