Dewan Tuding Dishubkominfo Lamban

25 Bus Hibah Mangkrak

27
MANGKRAK SETAHUN: Sebanyak 25 bus bantuan hibah Kementerian Perhubungan yang mangkrak di Terminal Mangkang. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANGKRAK SETAHUN: Sebanyak 25 bus bantuan hibah Kementerian Perhubungan yang mangkrak di Terminal Mangkang. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – DPRD Kota Semarang menilai mangkraknya 25 bus bantuan hibah hampir setahun menunjukkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tidak serius. Dewan menuding Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) lamban.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan, 25 bus bantuan hibah dari Kementerian Perhubungan untuk Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang tersebut tidak bisa segera dioperasikan karena tidak ada anggaran untuk balik nama.

”Kesalahan Dishubkominfo tidak mengajukan penganggaran untuk proses balik nama sejak awal. Mereka tidak mengusulkan, makanya kesulitan untuk menindaklanjuti,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Namun demikian, kata Supriyadi, dewan saat ini sudah menganggarkan dalam APBD Perubahan sebesar Rp 500 juta untuk biaya balik nama 25 bus tersebut. ”Kami menyayangkan Dishubkominfo lamban. Tapi sekarang sudah diurus. Diharapkan Januari 2017 sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, mengaku kecewa. Bagaimana mungkin, pemkot yang mendapat bantuan bus malah justru kebingungan untuk mengelola.

”Tidak ada keseriusan dari Dishubkominfo Kota Semarang,” tudingnya.

Padahal, kata dia, 25 bus tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengganti BRT yang sudah rusak dan tidak laik jalan. Pembenahan pengelolaan BRT harus dilakukan secara serius. Salah satu langkah ke depan, BRT diserahkan ke holding company yang mewadahi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Bumi Pandhanaran Sejahtera. Perda untuk holding company ini telah disetujui.

”Setidaknya Dishub tidak menjadi operator, tetapi regulator. BUMD ini nanti yang akan menjadi operator. BUMD nanti juga tidak akan bisa macam-macam, karena akan diaudit secara berkala oleh BPK,” kata dia.

Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Agus Harmunanto, berjanji dalam waktu dekat ke-25 bus bantuan hibah tersebut akan segera dioperasikan. Saat ini masih menunggu proses balik nama dan pengubahan dari pelat merah menjadi pelat kuning. ”Mudah-mudahan akhir Desember bisa dioperasikan,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 25 bus hibah yang sedianya digunakan untuk operasional BRT Trans Semarang mangkrak hampir setahun sejak diterima awal Januari 2016 lalu. Bus warna biru yang awalnya kinclong kini hanya nongkrong dan berdebu di Terminal Mangkang. Sejauh ini status kepemilikan maupun tanggung jawab pengelolaannya belum jelas. Apakah Dishubkominfo atau Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang. Sesuai aturan, bus bantuan hibah tersebut seharusnya dikelola oleh BUMD. (amu/aro/ce1)

BAGIKAN