Aturan Debat Paslon Sangat Ketat

22

BATANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang akan menggelar debat pasangan calon (paslon) Pilkada 2017 secara terbuka, di Gedung Korpri Jalan Jendral Sudirman Kabupaten Batang. Selama debat berlangsung, peraturannya sangat ketat, termasuk dilarang ada APK keempat paslon. Selain itu, akan disiarkan oleh lembaga penyiaran publik baik milik pemerintah maupun swasta.

Komisioner KPU Kabupaten Batang, Umar Abdul Jabar mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar 2 kali debat terbuka bagi keempat paslon yang maju dalam Pilkada Batang 2017. “Kami rencanakan dua kali debat terbuka yang digelar 19 Desember 2016 dan 15 Januari 2017,” ujar Umar, Jumat (9/12) kemarin.

Saat ini, pihaknya sedang mematangkan mekanisme dan petunjuk teknis untuk pelaksanaan debat terbuka tersebut. Hal itu, kata dia, juga dikoordinasikan dengan keempat paslon dan tim sukses masing-masing. Termasuk, calon moderator yang merupakan akademisi asal Semarang.

“Pada acar debat besok, peserta yang masuk terbatas. Hanya yang dapat undangan, bisa masuk. Pendukung di luar, akan disediakan layar untuk pendukung yang tidak masuk,” ungkapnya.

Konsep acara mirip seperti saat pengundian nomor urut, setting area roundtable. Duduk dicampur antar pendukung, bertujuan agar antar pendukung akrab.

Selama acara berlangsung, tamu undangan tidak boleh melakukan yel-yel, dilarang membawa APK, termasuk ikat kepala, kaos, bendera, sampai selebaran dilarang ada di area.”Kalau membawa APK, tim keamanan akan mengamankan, karena area harus steril dengan APK,” ujar Umar.

Lebih lanjut, dalam debat besok akan ada 6 segmen. Segmen 1 pembukaan dan penyampaian visi misi, segmen 2 pendalaman visi misi, segmen 3 tanya jawab dengan peserta, segmen 4 tanya jawab moderator, segmen 5 tanya jawab dan sanggahan antar paslon, segmen 6 closing statement keempat paslon.

“Acara akan dimulai pukul 09.00 sampai 12.00. Untuk debat pertama akan disiarkan langsung di dua radio lokal Batang,” katanya.

Selain itu, akan diundang khusus, pemilih pemula, penyandang disabilitas, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama. “Intinya melalui debat terbuka ini, masyarakat bisa tahu persis visi misi masing-masing paslon, sehingga masyarakat bisa melihat mana paslon yang benar-benar kapabel untuk dipilih. Masyarakat bisa tahu kesungguhan masing-masing paslon ke depannya seperti apa,” ujarnya. (han/ida)

BAGIKAN