Sudah Bayar Rp 104 Juta, Gagal Umrah

Tidak Ada Kejelasan, Kantor Travel Tutup

138

SEMARANG – Kasus dugaan penipuan travel umrah dan haji kembali terjadi di Kota Semarang. Kali ini, dialami ratusan calon jamaah umrah yang telah mendaftar di travel umrah dan haji Rihlah Alatas Wisata (RAW) Cabang Semarang. Mereka gagal berangkat ke Tanah Suci tanpa alasan yang jelas. Celakanya, kantor RAW yang ada di kompleks ruko Jalan Wolter Monginsidi Pedurungan telah tutup. Tak ada papan pengumuman terkait alasan penutupan.

Salah satu pegawai toko satu deret dengan kantor RAW yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sebelumnya kantor travel umrah dan haji tersebut buka seperti biasa. Namun sejak dua hari lalu, Rabu (7/12), mendadak kantor ditutup. ”Sudah tutup sejak kemarin (Rabu) sama Kamis ini (kemarin). Biasanya buka, gak tahu tutup kenapa,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (8/12) kemarin.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, meskipun telah tutup rapat, sejumlah calon jamaah umrah berdatangan ke lokasi ruko. Kedatangan mereka tak lain ingin mendapatkan penjelasan alasan ditundanya pemberangkatan ke Tanah Suci.

”Rencananya berangkat tanggal 8 Desember 2016 hari ini (kemarin, Red). Tapi, kok belum ada informasi apa pun dari pihak sini (RAW). Lha ini saya ke sini mau menanyakan, malah tutup,” keluh Yudi Prasetya, warga Kebonharjo, Semarang Utara.

Yudi mengaku, telah mendaftar di biro haji dan umrah RAW sekitar September 2016 lalu. Ia telah menyerahkan uang tunai sebesar Rp 23 juta, dengan harapan bisa berangkat sesuai jadwal yang telah ditentukan.

”Saya mendaftarkan ibu saya. Sudah bayar Rp 23 juta lunas. Paspor juga sudah buat, di rumah sudah pengajian syukuran juga,” katanya

Diakuinya, sebelum mengetahui hal ini telah merasakan gelagat yang mencurigakan terhadap travel umrah dan haji tersebut. Pasalnya, mendekati jadwal pemberangkatan, tidak ada kabar informasi atau pemberitahuan dari pihak penyelenggara.

”Sebenarnya saya sudah curiga, mendekati hari pemberangkatan tidak ada kabar. Perlengkapan juga belum dikasih. Kalau tutup mestinya ya ngasih pemberitahuan kepada jamaahnya yang sudah mendaftar, supaya tidak mengecewakan,” ujarnya.

Nasib serupa juga dialami Giyono, warga Penggaron, Semarang. Pria yang menjadi pengusaha ini mengaku telah menyerahkan uang hingga ratusan juta rupiah untuk memberangkatkan umrah bersama anak istrinya.

”Saya daftar empat orang, sudah bayar Rp 104 juta. Dijanjikan berangkat tanggal 20 November 2016 lalu. Tapi, sampai sekarang tidak berangkat-berangkat,” keluhnya.

Pria dua anak ini juga telah berusaha menemui pihak travel umrah dan haji RAW untuk menanyakan kepastian jadwal pemberangkatan ke Makkah. Namun upaya tersebut hanya mendapatkan janji-janji kosong dan penuh alasan.

”Ini saya juga di SMS, dari tanggal 20 November nanti dijanjikan berangkat tanggal 16 Desember 2016. Alasannya, kalau tanggal 16 Desember 2016 koper sudah ada, yang berangkat ada 250 orang jamaah,” katanya.

Informasi yang diperoleh koran ini, travel umrah dan haji Rihlah Alatas Wisata di kompleks pertokoan Jalan Wolter Monginsidi ini dimiliki laki-laki bernama Agung. Kabarnya, uang dari calon jamaah dari RAW cabang Semarang juga belum masuk ke RAW Pusat di Taman Royal I No 7 Cipondoh, Tangerang, Banten .

Akibat gagal berangkat Kamis (8/12) kemarin, ratusan calon jamaah umrah telantar. Mereka bertahan di Kota Semarang dan menginap di salah satu hotel tidak jauh dari kantor travel umrah dan haji Rihlah Alatas Wisata.

”Mereka pada nginap di sana. Mungkin mereka tidak tahu dan tidak dikabari, kalau tidak jadi diberangkatkan. Kebanyakan yang nginap ini dari luar Kota Semarang,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sebelum menempati ruko bercat warna merah itu, travel umrah dan haji RAW juga telah buka di kompleks ruko yang sama, persis di sebelah kantor Bank BTN Jalan Wolter Monginsidi. ”Dulu kantor yang lama ada di situ, terus pindah, ya di deretan ruko itu juga,” katanya.

Namun saat Jawa Pos Radar Semarang menyambangi kantor lama, terkesan tertutup. Pintu hanya dibuka sedikit meski terdapat aktivitas di dalamnya. Dari dalam kantor terlihat keluar masuk orang yang diduga calon jamaah umrah. Namun saat akan dimintai keterangan mereka menolak. Selain itu pihak biro juga enggan memberikan keterangan seputar permasalahan tersebut.

Selain Yudi dan Giyono, warga Banyumanik yang mengaku bernama Yanto juga telah menyerahkan uang Rp 10 juta ke travel umrah dan haji RAW. Uang tersebut DP untuk mendaftar umrah ke Tanah Suci. ”Sudah bayar tapi baru Rp 10 juta. Senin (5/12) lalu saya juga ke sini. Tapi tidak ketemu orangnya,” katanya.

Saat koran ini menghubungi kantor pusat RAW telepon (021) 2923 8201 tadi malam, diterima oleh Ruslan. Ia mengaku hanya karyawan, sehingga tidak bisa menjelaskan soal kasus di Semarang. ”Saya catat nomor handphone Bapak saja, nanti saya sampaikan ke pimpinan,” kata Ruslan. (mha/aro/ce1)

BAGIKAN