Polisi Telisik Kasus Aborsi Perangkat Desa

94
PERIKSA JANIN : Tim DVI Polda Jateng dan Dokkes Polres Batang saat memeriksa janin hasil aborsi yang dilakukan oleh Perangkat Desa Mangunharjo, Kecamatan Subah. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERIKSA JANIN : Tim DVI Polda Jateng dan Dokkes Polres Batang saat memeriksa janin hasil aborsi yang dilakukan oleh Perangkat Desa Mangunharjo, Kecamatan Subah. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Hingga saat ini, Polres Batang masih menelusuri perkara perselingkuhan Bawon, Perangkat Desa Mangunharjo, Kecamatan Subah. Lantaran nekad melakukan aborsi atau menggugurkan kandungannya, di saat sang suami masih bekerja sebagai TKI di Malaysia. Dugaan kuat, bayi itu hasil hubungan gelap Bawon dengan pria selingkuhanya. Karena itulah, Polisi menangkap Bawon pada Senin (28/11) malam di rumahnya.

Kasat Reskrim Polres Batang AKP Suhadi SH, menuturkan, penangkapan tersebut bermula pada Senin (28/11) pukul 16.00, polisi mendapatkan informasi bahwa Perangkat Desa Mangunharjo ada yang menggugurkan kandungannya. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan dan menciduk Bawon pada Senin petang (28/11) kemarin di rumahnya.

Di depan petugas, Bawon mengakui melakukan aborsi saat usia kandungannya berumur 5 bulan. Pelaku menggugurkan janin pada Rabu (2/11) pukul 16.30 dibantu dukun berinisial S. Caranya, pelaku minum obat kapsul, lalu janin dikubur di belakang rumah pelaku. “Pelaku mengaku malu punya anak karena suaminya masih kerja di Malaysia,” ujar Kasat Reskrim AKP Suhadi.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menemukan bukti berupa janin yang berusia kurang lebih 5 bulan, kain sarung motif kotak-kotak dan sebuah cangkul. “Pelaku mengaku mengubur janinnya di belakang rumah. Pelaku masih diperiksa intensif oleh Petugas Unit PPA Satreskrim,” imbuhnya.
Kuburan janin itu kemudian digali oleh polisi, jasad janin lalu dibawa ke Puskesmas Subah. Selanjutnya, Tim DVI Polda Jawa Tengah melakukan otopsi jasad janin di kamar jenazah Puskesmas Subah. Sedangkan pelaku sendiri diamankan dan dimintai keterangan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Batang.

Selain itu, petugas juga melakukan pengejaran terhadap dukun bayi yang diduga membantu Bawon melakukan aborsi. Sebagaimana pengakuan pelaku bahwa aborsi tersebut dibantu oleh seorang dukun di wilayah Kecamatan Banyuputih.

“Kami sudah mengamankan laki-laki yang diduga pasangan selingkuhan pelaku. Namun dia hanya sebagai saksi. Karena pelaku mengaku jika aborsi tersebut dilakukan sendiri dan sang lelaki tidak tahu jika pelaku hamil,” kata Suhadi.

Sedangkan Tim DVI Polda Jateng sudah memeriksa jasad janin di kamar jenazah Puskesmas Subah. Kasubid Dokpol Polda Jateng AKBP dr Sumy Hastry Purwanto menyebut janin tersebut diperkirakan berusia sekitar 3 hingga 4 bulan dan belum diketahui jenis kelaminnya. (mg20/ida)

BAGIKAN