Masyarakat Harus Melek Teknologi

51

PEKALONGAN-Banyaknya pelayanan berbasis aplikasi baik website maupun android, menuntut masyarakat Kota Pekalongan harus melek teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Apalagi selama 3 tahun terakhir, Kota Pekalongan terus mengembangkan berbagai aplikasi baik berbasis website maupun android, untuk menunjang pelayanan publik, sebagaimana aplikasi surat pindah dan pantau Pekalongan.

Direktur E-Gonverment Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Firmansyah Lubis mengatakan bahwa dalam mencapai predikat smart city, salah satunya adalah memanfaatkan teknologi digital dalam segala urusan, termasuk pengaduan masalah infrastruktur, kesehatan, maupun lingkungan yang terjadi di sekitarnya secara online.

Ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah kota menjadi smart city. Yakni kebijakan pemerintah yang mendukung, organisasi pemerintah yang disederhanakan, Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pengembangan TIK yang mumpuni, pelayanan atau servis yang harus smart, serta citizen atau masyarakat yang juga harus smart.

“Kalau semuanya sudah terpenuhi, Kota Pekalongan akan menjadi smart city. Dan sejauh ini Kota Pekalongan sudah mendekati hal tersebut,” ungkapnya saat ditemui seusai memberi pengarahan dalam acara Workshop dan Evaluasi Pemanfaatan Aplikasi Mantra dan PNS Box untuk Pelayanan Publik, di Hotel Santika Pekalongan, Kamis (8/12) kemarin.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid, mengakui bahwa Kota Pekalongan yang sudah mencanangkan smart city masih kekurangan SDM yang paham TIK. Kota Pekalongan sudah memiliki banyak aplikasi bahkan menjadi Kota Percontohan dalam hal teknologi. Hanya saja, dalam menjalankan aplikasi maupun teknogi belum semuanya bisa. “Masih 80 persen masyarakat belum bisa memahami teknologi. Padahal kalau tahu teknologi, dunia bisa digenggam,” cetusnya.

Bahkan, kata Alex, sapaan akrabnya wali kota, setiap RT dan RW yang diberi bantuan komputer juga mangkrak karena tidak ada SDM yang menggunakan. “Kami sampai membuka relawan TIK untuk mengatasi hal ini,” katanya. (tin/ida)

BAGIKAN