Geledah 100 Mobil, Turunkan Anjing Pelacak

83
GELEDAH: Petugas gabungan melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap mobil boks, tak terkecuali penumpang dan sopir. (AGUS HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELEDAH: Petugas gabungan melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap mobil boks, tak terkecuali penumpang dan sopir. (AGUS HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menggelar sweeping kendaraan yang dicurigai mengangkut narkoba. Ada sekitar 100 kendaraan baik pribadi maupun umum. Razia dilakukan di pintu masuk wilayah barat Kota Semarang, Rabu (7/12), pukul 21.30.

Selain menggeledah barang bawaan pengendara, petugas juga meminta pengemudi maupun penumpang melakukan tes urine. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, semua kendaraan pribadi maupun mobil boks yang dari arah barat langsung dialihkan masuk menuju Terminal Mangkang untuk digeledah dan tes urine.

Kabid Pemberantasan Narkoba BNN Provinsi Jateng, Suprinarto mengatakan, tujuan kegiatan dilaksanakan operasi ini untuk menekan peredaran narkoba yang ditenggarai menggunakan transportasi darat. Selain itu giat melibatkan aparat kepolisian ini juga bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat pengaruh narkoba. ”Kami memeriksa 49 mobil pribadi, mobil travel 51 unit, total 100 kendaraan. Sopir dan penumpang kita lakukan tes urine,” ungkapnya.

Meski belum ditemukannya obat terlarang atau narkoba termasuk urine yang positif. Pihaknya tetap akan menggencarkan razia. ”Ada 94 orang yang kami minta tes urine, sementara hasilnya negatif mengonsumsi narkoba,” katanya.

Suprinarto menjelaskan razia yang merupakan bagian dari Operasi Yustisi itu digelar untuk menekan peredaran narkoba di wilayah Jateng. Menurutnya, saat ini ada dua wilayah yang diduga tingkat peredaran narkobanya cukup marak, yakni Kota Semarang dan Solo. ”Dari data yang kami miliki dua wilayah ini memang tingkat peredarannya cukup marak. Oleh karena itu, dua wilayah inilah yang menjadi fokus razia kami, selain wilayah-wilayah lainnya di Jateng,” katanya.

Dalam razia pihaknya menurunkan 36 personel gabungan terdiri atas BNN Provinsi Jateng, didukung Tim K-9 Bea Cukai, POM DAM dan Sat Lantas serta Sat Sabhara Polrestabes Semarang. Selain kekuatan personel, giat operasi gabungan tersebut juga menurunkan anjing pelacak. ”Dalam razia, beberapa di antaranya memang sempat ketakutan, apalagi saat kami mengeluarkan anjing pelacak untuk memeriksa mobilnya. Tapi, ada juga yang mendukung langkah kami ini,” ujarnya. (mha/zal/ce1)

BAGIKAN