Ganjar Enggan Temui Peserta Long March

239
GANJAR PRANOWO
GANJAR PRANOWO

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan tidak akan menemui peserta long march aksi penolakan warga terhadap pendirian pabrik semen di Kabupaten Rembang. Padahal, ratusan peserta aksi tersebut berjalan dari Rembang ke Semarang untuk menemui gubernur, hari ini, Jumat (9/12).

Meski tidak bisa menemui, Ganjar mengaku akan ada pejabat Pemprov Jateng yang akan menerima audiensi. ”Bukan saya tidak mau menemui, tapi harus ke Riau untuk menerima penghargaan dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) soal gratifikasi,” ujarnya, Kamis (8/12).

Mantan anggota DPR RI ini memastikan, pihaknya akan menaati seluruh putusan yang ada terkait dengan sengketa pendirian pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. Dia juga meminta media untuk memahami isi putusan peninjauan kembali melalui putusan secara utuh. ”Media belum banyak membaca, bunyinya mencabut izin lingkungan pertambangan, lha pabriknya dicabut atau tidak?,” kata Ganjar yang baru saja diperiksa sebagai saksi oleh KPK terkait kasus e-KTP ini.

Beberapa waktu lalu, Ganjar mengaku telah berkonsultasi dengan Komnas Hak Asasi Manusia (HAM). Dia meminta masukan untuk mencari winwin solution terkait masalah ini.

Seperti diketahui, aksi jalan kaki yang ditempuh warga dari Kabupaten Rembang sejak Senin (5/12) dalam rangka mengawal putusan peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung itu diikuti oleh 300-an orang. Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Pati Gunretno mengatakan, aksi warga Rembang maupun Pati yang ikut serta jalan kaki sebagai bentuk perjuangan warga Pegunungan Kendeng yang prihatin atas rencana pembangunan pabrik semen.

Dia meminta semua pihak mematuhi hukum, demikian halnya perusahaan milik pemerintah seharusnya juga patuh hukum. ”Apalagi di Kabupaten Rembang sudah ada putusan MA dan putusannya juga jelas,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

BAGIKAN