Gandeng Kabupaten/Kota Genjot Pembayaran Pajak

47
Ahmad Ridwan (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Ahmad Ridwan (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Komisi C DPRD Jateng meminta Gubernur Jateng merangkul bupati/wali kota untuk mengejar perolehan pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB). Cara tersebut dianggap efektif dilakukan. Sebab, pemkab dan pemkot mendapatkan sharing 30 persen dari pembayaran PKB.

”Gubernur tidak usah malu. Kalau perlu duduk bersama bupati dan wali kota untuk bersama-sama menggenjot pendapatan pajak kendaraan bermotor yang minim,” kata anggota Komisi C DPRD Jateng, Ahmad Ridwan.

Dia menambahkan, dengan cara itu, diharapkan kepala daerah memiliki political will untuk bersama-sama menambah pendapatan daerah. Dikatakannya, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran membayar pajak. Pemprov Jateng diminta bekerja sama dengan pemkab dan pemkot untuk memberikan sosialisasi kesadaran membayar PKB.

Menurutnya dalam kondisi saat ini, sulit jika pemprov hanya mengandalkan prinsip accounting. ”Dibutuhkan prinsip pemasaran dengan banyak terobosan untuk menambah jumlah pendapatan pajak,” ujar politisi PDIP tersebut.

Pihaknya menyambut baik langkah pemprov menggandeng kepala desa untuk dilibatkan menjadi ”biro jasa resmi” pembayaran pajak. Mereka diharapkan mampu menyadarkan wajib pajak yang menunggak. ”Selanjutnya, data wajib pajak yang telah jatuh tempo dan menunggak akan dikirimkan DPPAD ke perangkat desa,” tandasnya. (ric/ce1)

BAGIKAN