Berkreasi tanpa Ongkos di SDK

55
FASILITASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakilnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau aktivitas anak muda di Gedung Semarang Digital Kreatif, kemarin. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)
FASILITASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakilnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau aktivitas anak muda di Gedung Semarang Digital Kreatif, kemarin. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)

BALAI KOTA – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta agar komunitas anak muda memanfaatkan fasilitas gratis yang diberikan Pemerintah Kota Semarang di Gedung Semarang Digital Kreatif (SDK) di Jalan Mpu Tantular Semarang.

Gedung tersebut diharapkan menjadi tempat bertemunya para komunitas digital di Kota Semarang. Sehingga generasi muda bisa berkreasi, berkoneksi, dan berkolaborasi antarkomunitas digital (Co-Working Space) untuk menggali potensi.

”Teknologi tidak bisa dihindari, kami harus mengikuti kemajuan teknologi. Sama dengan kota besar lain, kami fasilitasi anak-anak muda, maupun komunitas, untuk memulai start up bisnis. Kami siapkan, namanya Semarang Digital Kreatif,” kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, kemarin.

Dikatakannya, fasilitas gedung yang dilengkapi perangkat teknologi ini bisa digunakan anak-anak muda Semarang secara gratis. Mulai pemakaian komputer, ruang rapat, serta fasilitas lain. ”Kami akan terus melengkapi perangkat yang dibutuhkan. Sehingga mereka agar bisa terus berkreasi tanpa memikirkan ongkos,” katanya.

Begitu mereka berhasil, kata Hendi, diharapkan ke depan mampu menularkan kepada generasi muda lain. Termasuk dalam menyikapi kemajuan teknologi. ”Tadi saya tanya, ada 53 komunitas yang sudah bergabung. Mereka sudah menghasilkan beraneka ragam produk. Mulai jualan kaus, jualan pohon melalui teknologi, jualan aplikasi, apa pun monggo, silakan. Ini butuh kreativitas. Pasti anak-anak muda sekarang sangat hebat dan sangat jago. Sekarang dunianya seperti itu,” kata dia.

Dia berharap generasi muda mampu menunjukkan inovasi dan berkreasi  hingga mampu menangkap peluang dan menjadi bisnis. Mereka bisa memanfaatkan fasilitas digital yang diberikan di gedung tersebut. Tidak hanya itu, lanjut Hendi, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Kadin Jateng.

”Kami juga bekerja sama dengan Kadin Jateng. Kemarin mereka sudah menyampaikan kepada kami, bahwa mereka akan menyambungkan karya anak muda tersebut ke investor. Jadi sekarang tergantung dari peluang anak-anak muda itu. Anak muda dituntut bisa memenuhi kebutuhan investor,” katanya. (amu/zal/ce1)

BAGIKAN