Wilayah Perbatasan Jadi Prioritas Pembangunan

54

UNGARAN – Wilayah perbatasan Kabupaten Semarang menjadi prioritas pembangunan Pemkab Semarang. Pembangunan tersebut antara lain dengan meningkatkan kesejahteraan warga setempat. Hal itu dikatakan oleh Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha usai menyerahkan santunan kepada sepuluh warga kurang mampu di Desa Klero Kecamaan Tengaran, Rabu (7/12).

Peningkatan kesejahteraan ditujukan di wilayah Selatan yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Kota Salatiga. “Kami akan memanfaatkan peran Badan Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (BAZIS),” katanya.

Menurut Ngesti, selama ini BAZIS dinilai memiliki peran vital membantu Pemkab Semarang dalam mengentaskan kemiskinan. Sebab sebagian besar dana yang dikumpulkan BAZIS Kabupaten Semarang disalurkan untuk warga kurang mampu. “Karenanya, masyarakat saya minta untuk mendukung BAZIS dalam mengumpulkan dana umat untuk kesejahteraan bersama,” kata Ngesti.

Pemkab Semarang tetap memegang komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Selain memanfaatkan dana umat, pemkab juga mengalokasikan dana APBD untuk berbagai program yang memudahkan warga perbatasan.

“Rekam data dan pembuatan KTP elektronik misalnya, sekarang telah bisa dilaksanakan di kantor kecamatan. Sehingga semakin memudahkan warga untuk mengurusnya karena lebih dekat,” katanya.

Ngesti berharap warga untuk ikut serta berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan. Sebab hal itu dapat mempengaruhi keberhasilan berbagai program pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan warga.

Sementara itu ketua pelaksana BAZIS Munasir mengatakan, dana ZIS yang dikumpulkan dari masyarakat semakin meningkat. Hal itu dapat menjadi penanda bahwa kesadaran warga untuk peduli kepada sesama semakin tinggi pula.

Pada bulan November ini, perolehan dana ZIS dari PNS termasuk instansi vertikal serta pegawai swasta terkumpul Rp 334.620.391. Jumlah ini meningkat dibanding bulan lalu sebesar Rp 199.609.293. “Sedangkan dana ZIS dari 19 kecamatan yang disetor kali ini sebesar Rp 173.210.000. Kecamatan Tengaran menyetor dana ZIS terbesar yakni Rp 22 juta disusul Bringin Rp 21 juta dan Pabelan Rp 14.200.000,” terangnya.

Munasir menjamin lembaga yang dipimpinnya akan mengelola dana ZIS dari warga secara transparan dan profesional. Pihaknya juga telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dibidang pengelolaan dana ZIS untuk memberikan jaminan mutu pelayanan kepada warga penyetor dana ZIS. (ewb/zal)

BAGIKAN