Tanah Warga Diganti Rp 580 Ribu per Meter

69

SEMARANG – Pembebasan lahan proyek Kampung Bahari di Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang mulai dilakukan. Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Drainase dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kota Semarang membanderol ganti rugi tanah bersertifikat senilai Rp 580 ribu per meter. Sedangkan untuk tanah yang dikuasai warga dan tidak memiliki sertifikat, diberikan tali asih Rp 150 ribu per meter.

”Warga sudah menyepakati nilai pembebasan lahan yang terkena dampak Kampung Bahari tersebut. Areal tersebut sesuai rencana digunakan untuk pembangunan sheet pile U,” kata Kabid Tata Air Dinas PSDA dan ESDM Kota Semarang, Kumbino, Rabu (7/12).

Dikatakan, terdapat sebanyak 55 bidang tanah bersertifikat. Sedangkan tanah yang tidak memiliki sertifikat sebanyak 126 bidang tanah. ”Total bidang tanah yang akan dibebaskan kurang lebih 2.000 meter persegi. Rp 580 ribu untuk tanah bersertifikat, dan Rp 150 ribu untuk tali asih tanah tak bersertifikat,” ujarnya.

Untuk pembebasan lahan tanah tersebut, kata Kumbino, pihaknya telah menyediakan total senilai Rp 4,3 miliar. Pihaknya saat ini sedang melakukan inventarisasi dan pendataan berkas.

”Warga sudah kami minta untuk segera menyiapkan berkas data seperti kartu tanda penduduk, sertifikat kepemilikan, dan surat pernyataan jual beli lahan kalau memiliki,” katanya.

Kasi Monitoring dan Evaluasi Dinas PSDA dan ESDM Kota Semarang, Suryanto Edi, menambahkan, apabila pembayaran pembebasan lahan ini telah diterima, pihaknya berharap warga segera membongkar bangunan miliknya. ”Material bangunan yang masih bisa dimanfaatkan dipersilakan untuk dimanfaatkan,” ujarnya.

Setelah pembebasan lahan selesai, kata dia, maka pembangunan Kampung Bahari Tambak Lorok bisa segera menuju tahap selanjutnya. ”Kami berharap tidak ada kendala, sehingga program ini bisa segera terealisasi. Program Kampung Bahari ini juga sebagai penanggulangan permasalahan kumuh, rob dan banjir,” katanya.

Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang, M. Farchan, mengatakan, hingga saat ini beberapa tiang pancang sudah dipersiapkan. ”Di tepi pantai juga juga sudah dilakukan pembetonan. Pembangunan fisik masih fokus di sheet pile U,” ujarnya. (amu/aro/ce1)

BAGIKAN