Tak Sesuai Standar, Jembatan Kalirejo Akan Ditinggikan

92
RENDAH: Kondisi jembatan Kalirejo yang direncanakan akan ditinggikan pada 2018 mendatang. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RENDAH: Kondisi jembatan Kalirejo yang direncanakan akan ditinggikan pada 2018 mendatang. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Jembatan Kalirejo Ungaran, yang berada di depan perumahan Amaya akan ditinggikan. Mengingat kondisi jembatan yang lebih rendah menghambat laju air di sungai Kaligung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktorianto mengatakan renovasi Jembatan Kalirejo akan dilakukan pada 2018. “Sudah kita rencanakan untuk 2018, DED (detail engineering design) di 2017,” kata Totit, kemarin.

Kondisi jembatan Kalirejo Ungaran yang tidak standar juga berdampak pada meluapnya air sungai Kaligung ketika hujan deras. Bahkan air luapan juga membanjiri rumah warga sekitar. Selain masalah rendahnya konstruksi jembatan, tebalnya sedimentasi di Sungai Kaligarang juga menjadi penyebab air mudah masuk ke pumukiman warga.

Tebalnya sedimentasi berada di titik temu antara sungai Kaligung dan sungai Kaligarang. Menurut Totit, sedimentasi di titik temu dua sungai dan tinggi jembatan tidak memenuhi standar. Sehingga perlu dilakukan renovasi.

Sementara itu, Kabid Pengairan DPU, Supratmono menambahkan untuk pengerukan sedimentasi dan normalisasi Kaligarang merupakan kewenangan Pemprov Jateng. “Untuk di Kaligung sudah dikeruk sedimentasinya. Kalau itu (normalisasi Kaligarang) memang kami sudah pernah bersurat ke PSDA Provinsi. Namun masih dalam kajian,” katanya.

Dikatakannya, akibat tebalnya sedimentasi di sungai Kaligarang, membuat aliran air dari sungai Kaligung menjadi terbendung. “Akhirnya air sungai Kaligarang tidak sampai ke muaranya. Karena airnya kembali lagi. Itu kalau tidak segera dilakukan pengerukan dan peninggian jembatan, kondisinya akan seperti itu terus,” katanya. (ewb/zal)

BAGIKAN