PLB Jadi Momen Tak Terlupakan

105
Siti Idayanti (BUD/RADARSEMARANG)
Siti Idayanti (BUD/RADARSEMARANG)

MEMUTUSKAN menjalani karir sebagai Polisi Wanita (Polwan) ternyata bukanlah hal mudah. Seperti pengakuan Siti Idayanti, anggota Polres Kendal. Ia harus menjalani pendidikan yang cukup berat dan penuh kedisiplinan sebelum diakui sebagai polwan dengan pangkat Brigadir polisi dua (Bripda).

Gadis kelahiran 13 Agustus 1996 itu mengaku sudah sejak kecil bercita-cita jadi polisi. Jadi ketika lulus SMA 2015 lalu ia langsung mendaftarkan diri di Pusat Pendidikan Pembinaan Masyarakat (Pusdik Binmas) Banyubiru.“Ya memang berat pendidikan sebab harus disiplin. Tapi karena sudah cita-cita saya jalani dengan senang hati. Jadi bagi saya tidak masalah,” katanya.

Pengalaman menarik yang tak terlupakan saat menjalani pendidikan di Pusdik Binmas adalah ketika menerima panggilan luar biasa (PLB). Dimana PLB ini biasa dilakukan saat tengah malam ketika semua peserta sudah lelap tidur karena kelelahan setelah seharian berlatih.

PLB ini tujuannya untuk mengetes kesiapsiagaan seorang polisi ketika terjadi kejadian dan tenaganya dibutuhkan. Seorang polisi harus siap meski dalam kondisi seperti apapun.

Ida bercerita, saat itu dini hari, sekitar pukul 01.30 ada PLB. Semua anggota dibangunkan menggunakan sirine. Semua diminta bersiap, dalam waktu lima menit harus sudah berkumpul di lapangan lengkap dengan pakaian berikut senjatanya. “Waktu itu karena baru pertama kali, dan terburu-buru, saya kurang siap siaga. Hasilnya, saya sampai salah mengenakan celana dan bahkan sampai tidak mengenakan kaos kaki saking terburu-burunya,” kenangnya.

Karena salah kostum, ia pun harus menerima hukuman. Tapi setelah itu, Ida mengaku selalu berjaga-jaga dengan menyiapkan pakaian dan sepatu sebelum tidur. “Jadi sewaktu-waktu ada PLB lansung siaga,” tandasnya.

Pengalaman tak terlupakan lainnya yakni saat tengah malam dikumpulkan di tengah lapangan. Setelah itu diminta untuk berjalan kaki sejauh 10 kilometer. “Berat memang, yang tidak kuat sudah pasti mundur dari pendidikan,” tambahnya.

Meski sudah jadi polisi, tak membuat Ida lantas berbangga diri. Perempuan yang memiliki hobi renang ini masih ingin naik karirnya dan mengasah kepandaiannya dengan kuliah jurusan Ilmu Hukum di Untag Semarang. (bud/zal)

BAGIKAN