Peras Warga Gaga-gara Roti Kedaluarsa

185
TUNJUKKAN BUKTI: Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo meunjukkan barang bukti dan tersangka dalam gelar perkara kasus pemerasan kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TUNJUKKAN BUKTI: Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo meunjukkan barang bukti dan tersangka dalam gelar perkara kasus pemerasan kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK– Empat orang menjadi tersangka kasus pemerasan yang disertai ancaman dan penipuan. Mereka adalah Suwardi, 43, Eko Pamuji, 39, Jaty Heri, 42. Ketiganya warga Genuksari, Kecamatan Genuk dan Sumarsono, 53, warga Wonodri Kopen, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Sedangkan, korbannya yaitu Istianah, 56, warga Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, dari para tersangka diamankan barang bukti berupa sebuah airshofgun, 5 buah HP, sekarung aneka macam makanan dan minuman. Selain itu sebuah power bank, flashdisk dan kartu identitas pelaku.  Peristiwa itu bermula ketika korban didatangi para pelaku dan kemudian mereka minta uang sebesar Rp 50 juta. Ini setelah korban dituduh menjual roti kedaluarsa.

Karena korban tidak sanggup maka terjadi penawaran dan pelaku minta uang Rp 20 juta. Jika tidak diberi mereka mengancam akan membawa korban ke Polda. Lantaran ketakutan akhirnya korban memberi uang Rp 10 juta dan sisanya akan diserahkan lain waktu.  Dalam perkembangannya, korban diajak makan di RM Bates Pas lalu terjadi negosiasi dan pelaku tetap berkeras minta kekurangan yang Rp 10 juta. Korban keberatan dan tanpa setahu pelaku, korban menghubungi Polsek Sayung. “Setelah itu kita amankan pelaku dan diperiksa lebih lanjut dengan barang buktinya,” ujarnya. Atas perbuatanya pelaku dikenai pasal 368 dan 378 jo 55 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. (hib/zal)

BAGIKAN