Pembebasan Lahan Tersisa 50 Bidang

74

SEMARANG – Pelaksana Pengadaan Tanah (P2T) Tol Batang-Semarang mengklaim pembebasan tanah untuk proyek jalan tol Semarang-Batang Seksi II hampir tuntas. Saat ini tinggal tersisa 50 bidang tanah di Kelurahan Kembangarum, Semarang Barat. Tanah yang belum dibebaskan tersebut merupakan tanah sisa milik warga yang terkena dampak pembangunan tol.

Sekretaris P2T Tol Semarang-Batang Seksi II, B Wibowo Suharto, menjelaskan, tanah yang belum dibebaskan itu sisa atau tidak masuk dalam hitungan ganti rugi, karena berada di luar garis batas pembebasan tol. Tetapi warga tetap meminta ganti rugi karena tanah ’potongan’ tersebut tidak bisa dimanfaatkan.

Wibowo Suharto menjelaskan, pembebasan tanah untuk tol Semarang-Batang di Kota Semarang sebanyak 2.550 bidang tanah. ”Sudah hampir selesai. Progresnya sudah 79 persen. Akhir tahun ini ditargetkan selesai semuanya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mengenai tanah sisa milik warga yang terkena dampak tersebut, pihaknya mengaku masih menunggu tim kajian. ”Nanti hasil tim kajian tersebut akan diketahui apakah sisa tanah itu layak dibeli atau tidak,” terangnya.

Dijelaskan, beberapa sisa tanah warga akan dihitung sesuai parameter dalam undang-undang. Jika tanah sisa tersebut tidak bisa dikembalikan fungsinya seperti awal, atau tidak bisa dimanfaatkan karena tak ada akses, dan bidang tanah tidak beraturan. Maka tanah sisa tersebut bisa dibeli. ”Jika taksiran harganya berada di atas Rp 100 juta, maka mekanismenya akan ditangani oleh pemerintah pusat,” bebernya.

Rabu (7/12) kemarin, sebagian warga Kelurahan Kembangarum yang terkena dampak pembangunan tol Semarang-Batang menerima pencairan ganti rugi. Totalnya ada 140 bidang tanah, yang sudah terbayarkan sebanyak 90 bidang tanah dengan luas 16.870 hektare. Nilai untuk 90 bidang tanah tersebut mencapai Rp 80.234.718.000 (Rp 80 miliar lebih). Sedangkan sisanya 50 bidang tanah sedang dilakukan verifikasi, karena warga memiliki sisa tanah untuk diikutkan dalam proses ganti rugi.

Kepala Kelurahan Kembangarum, Sigit Suwarso, mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala. Pembebasan lahan berjalan lancar. Adapun persoalan warga yang belum dibebaskan atau belum menerima ganti rugi masih menunggu hasil kajian.

”Warga kami sudah sepakat. Semua proses mulai tahap sosialisasi, verifikasi hingga pembayaran ganti rugi dilakukan secara transparan,” katanya.

Pihaknya berharap, bagi warga yang terkena dampak dan telah menerima ganti rugi bisa membeli rumah ataupun tempat usaha di tempat lain. ”Kami selaku pihak kelurahan bisa membantu proses administrasi maupun dokumen kepindahan,” ujarnya. (amu/aro/ce1)

BAGIKAN