Pembangunan Infrastruktur Belum Merata

81

SEMARANG – Komitmen pemprov untuk terus membehani infrastruktur di Jateng patut diapresiasi. Sebab, tiga tahun bertutur-turut infrastruktur menjadi perhatian utama dengan alokasi anggaran yang besar. Untuk 2017, pemprov sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1.081.807.545.000.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Samirun mengatakan, anggaran tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan 2016 sebesar Rp 2,4 triliun, dan 2015 sebesar Rp 2,1 triliun. Meski begitu, anggaran itu sudah besar mengingat sekarang jalan-jalan milik pemprov sudah banyak yang bagus dan tidak berlubang. ”Secara jumlah memang berkurang, tetapi karena dua tahun terus digenjot, akhirnya jalan sudah bagus,” katanya.

Dengan anggaran tersebut, diharapkan bisa merampungkan target 88,92 persen panjang jalan dari total panjang 2.408,781 kilometer dalam kondisi baik. Selain itu, program peningkatan jalan sepanjang 97,702 kilometer terdiri atas peningkatan proporsi panjang jalan provinsi dengan lebar di atas 6 meter sepanjang 47,375 kilometer. Pemprov diminta agar pembangunan infrastruktur lebih merata. ”Jalan pantura selama ini terkesan lebih mendapatkan porsi lebih dibandingkan jalan selatan. Kami berharap bisa merata agar jalan pantura, tengah dan selatan bisa semua bagus,” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhamad Ngainirichadl menambahkan, saat ini belum semua jalan provinsi sudah dalam kondisi baik. Ternyata baru 88,8 persen yang dalam kondisi baik, sisanya 8,2 persen kondisi tidak rusak tapi juga belum baik, dan 3 persen masih kondisi rusak. ”Kami berharap anggaran yang ada dimaksimalkan dengan kualitas oke agar jalan bisa tahan lama,” katanya.

Sepanjang 2016 terjadi banyak pertukaran antara jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota. Semula, jalan provinsi sepanjang 2.565 kilometer, dengan alih status sesuai Pergub No 260 tahun 2016 menjadi 2.404,741 kilometer. Saat ini 310 kilometer jalan provinsi lebarnya masih 4 meter. Yang lebarnya 5 meter sepanjang 429 kilometer, dan yang lebarnya masih 6 meter sepanjang 925 kilometer. ”Ini harus menjadi perhatian mengingat sudah ada standardisasi jalan provinsi minimal 7 meter,” tambahnya. (fth/zal/ce1)

BAGIKAN