Mahasiswa UKSW Bikin Gel Hambat Tumor

73
PRESTASI: Tiga mahasiswa FPB UKSW Salatiga yang meneliti menciptakan suspensi gel buah parijoto sebagai penghambat tumor. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
PRESTASI: Tiga mahasiswa FPB UKSW Salatiga yang meneliti menciptakan suspensi gel buah parijoto sebagai penghambat tumor. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Tanaman Parijoto banyak dijumpai tumbuh liar atau ditanam di pekarangan rumah. Tampilan tanaman ini cantik, buahnya berwarna ungu dan sangat menarik. Hampir sama dengan buah anggur, namun ukuran buahnya lebih kecil. Saat ini, parijoto juga bisa dijumpai sebagai tanaman hias.

Di balik itu, parijoto dikenal memiliki banyak khasiat, terutama untuk ibu mengandung. Keistimewaan ini mengantar tiga mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga meraih juara pertama dalam ajang Kino Youth Innovator Award, belum lama ini.

Ruth Asih Setiawati, Viony Gracelia Kuntadi, serta Andreas Petra Wibiantoro menciptakan suspensi gel buah parijoto yang dinamakan “Parijoto Health” di bawah bimbingan dosen Dina Banjarnahor. Ruth menjelaskan bahwa pada dasarnya buah parijoto memiliki kandungan antioksidan alami seperti tanin, flavonoid, dan saponin yang dapat menangkal dampak buruk radikal bebas bagi tubuh. Flavonoid memiliki manfaat antara lain untuk menahambat penyebaran tumor, menghambat pertumbuhan sel kanker, serta menghambat aktivitas enzim yang merupakan pemicu terjadinya peradangan dan penyakit pada sistem imun.

“Salah satu tanaman endemik yang berasal dari areal Gunung Muria Kudus Jawa Tengah ini populer di masyarakat Kudus dan sekitarnya karena dipercaya dapat meningkatkan kesuburan hormonal pada wanita hingga menjaga fisik bayi dalam kandungan,” tutur Ruth.

Suspensi gel buah parijoto yang diproduksi oleh ketiganya ini dikemas dalam spout pouch berukuran 250 ml. Spout pouch dipilih karena tergolong ramah lingkungan. Pembuatan produk ini berbahan dasar karagenan sebagai bahan pembuat gel, ekstrak parijoto, serta ditambah pemanis yang berasal dari tanaman stevia.

Karagenan dipilih karena berasal dari rumput laut merah menjadi sumber serat pangan yang baik bagi kesehatan. Sementara pemanis stevia dipilih karena memiliki kalori yang sangat rendah sehingga penambahan pemanis ini aman bagi penderita diabetes karena tidak meningkatkan kandungan gula darah.

Tujuan produk dibuat dalam bentuk gel karena dapat lebih mudah diserap dalam usus. Kandungan antioksidan yang terserap melalui usus dapat lebih sempurna dalam mengangkal radikal bebas dan meregerasi sel secara lebih cepat.

Disinggung mengenai proses pembuatan gel, Viony menjelaskan bahwa proses pembuatan melalui beberapa tahapan. Yaitu ekstraksi parijoto, persiapan tepung karagenan, dan pembuatan ekstrak stevia. Diakui Viony proses pencampurannya tidak mudah karena prosesnya sangat dipengaruhi oleh suhu.

Salah seorang anggota tim, Andreas menuturkan, Kino Youth Innovator Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada generasi muda atas ide inovasi yang diciptakan melalui sebuah kompetisi. “Melalui kompetisi ini, kami sebagai generasi muda diajak untuk menciptakan suatu inovasi yang kreatif. Inovasi yang diciptakan harus menggunakan sumber daya alam lokal dari Indonesia dan memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan oleh masyarakat,” terang Andreas.

Prestasi inipun memperoleh apresiasi dari pihak fakultas. Dekan FPB UKSW Bistok Hasiholan Simanjuntak mengaku bangga dengan prestasi yang diperoleh anak didiknya. “Support yang kami berikan memang belum cukup besar, namun ke depan kami berharap hasil penelitian ini dapat dipatenkan,” imbuhnya. (sas/ton)

BAGIKAN