Kolam Renang Ditutup, Atlet Tak Bisa Latihan

99

PEKALONGAN –Atlet renang di bawah Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Pekalongan yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Popda Februari mendatang terancam tidak bisa latihan di Kolam Renang Tirta Sari. Sebab, sejak Senin (5/12) lalu, kolam renang resmi ditutup.

Ketua PRSI Kota Pekalongan, Faturahman Noor,¬† mengaku sedang mengklarifikasi keputusan penutupan tersebut ke Pemkot Pekalongan. PRSI, kata dia, telah mengirimkan surat untuk meminta penjelasan tentang kebijakan itu. “Kami sudah kirim surat klarifikasi,¬† sampai saat ini belum ada jawaban,” tuturnya.

Dikatakan, para atlet  membutuhkan latihan agar mampu memenuhi target dalam Popda. Ia berharap Tirta Sari tetap bisa digunakan dengan izin khusus untuk berlatih atlet. Karena, Tirta Sari merupakan kolam renang prestasi yang sudah memiliki track khusus untuk berlatih. Namun karena belum ada kejelasan, PRSI juga melakukan sejumlah antisipasi salah satunya mencari lokasi latihan lainnya. Konsekuensinya, orangtua atlet harus mengeluarkan biaya lebih besar.

“Ada dua kemungkinan, yakni Kolam Renang Gajah Mada dan Nirwana. Kalau di Nirwana jelas mahal. Tapi di Gajah Mada juga tidak mungkin maksimal, karena bareng dengan umum. Kalau mau booking, misalnya separuh untuk latihan juga mahal. Orang tua atlet harus mengeluarkan cost lebih,” ungkapnya.

Direktur PDAM Kota Pekalongan, Yani Setiawan, mengaku, PDAM sebagai pengelola Kolam Renang Tirta Sari hanya dapat menerima dan menjalankan rekomendasi penutupan tersebut. Namun ia menyatakan, Pemkot atau DPRD perlu memikirkan bagaimana atlet baik renang maupun selam akan berlatih.

Ia mengakui, saat ini kondisi kolam renang tersebut rusak, khususnya pada bagian lantai. Namun keadaannya belum begitu parah. Sehingga jika perbaikan kolam renang masih lama, ada kebijakan yang memperbolehkan atlet untuk berlatih di sana. Karena atlet sudah terbiasa dengan kolam tersebut. Sehingga sudah hapal betul bagian mana yang rusak agar bisa dihindari. “Para atlet masih bisa menggunakan kolam renang tersebut sampai ada solusi kolam renang lain,” tandasnya. (tin/aro)

BAGIKAN