Kebhinekaan Jadi Keunggulan Bangsa

59
TEKANKAN IDEOLOGI: Anggota DPR/MPR RI Bambang Wuryanto saat melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Panti Marhaen, belum lama ini. (Istimewa)
TEKANKAN IDEOLOGI: Anggota DPR/MPR RI Bambang Wuryanto saat melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Panti Marhaen, belum lama ini. (Istimewa)

SEMARANG – Segenap elemen bangsa Indonesia diminta tidak melupakan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Selain itu masyarakat diharapkan tetap berpegang pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa.

Keempatnya harus tetap kokoh dan eksis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut disampaikan anggota DPR/MPR RI dari dapil IV Bambang Wuryanto atau sering dipanggil Bambang Pacul saat melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Panti Marhaen (26/11). Sosialisasi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat Semarang dan sekitarnya.

”Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini dimaksudkan agar segenap elemen bangsa Indonesia tidak melupakan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia,” kata Bambang.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan MPR RI diharapkan mampu meningkatkan nilai-nilai kebangsaan sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bambang Pacul juga mengungkapkan bahwa kebhinekaan dan perbedaan merupakan keunggulan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia yang memang multikultural dan multietnis.

Oleh karena itu ia mengajak kepada semua peserta sosialisasi untuk meningkatkan wawasan kebangsaan melalui peningkatan pemahaman mengenai Pancasila dan UUD 1945, menjaga NKRI, dan menerapkan semangat Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. (ric/zal/ce1)

BAGIKAN