Hentikan Kriminalisasi pada Petani

55
REFORMASI AGRARIA: Pengunjuk rasa menggelar aksi teatrikal dengan pengawalan Polwan di depan Mapolres Salatiga. (Joko Susanto/RADAR SEMARANG)
REFORMASI AGRARIA: Pengunjuk rasa menggelar aksi teatrikal dengan pengawalan Polwan di depan Mapolres Salatiga. (Joko Susanto/RADAR SEMARANG)

SALATIGA-Sekitar 30 massa dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan Terhadap Petani (AMAKTP) menggeruduk Mapolres Salatiga. Aksi tersebut menyikapi banyaknya tindakan represif pemerintah terhadap para petani akibat konflik petani dengan pemodal usaha yang berkepanjangan.

“Janji pemerintah untuk menyejahterakan rakyat hanya sebagai jargon semata guna menarik simpati para petani, namun itu hanya sekadar wacana dan janji palsu belaka,” kata Kordinator Lapangan Muhammad Nafik saat berorasi menggunakan pengeras suara, Rabu (7/12).

Pengunjuk rasa kemudian menampilkan aksi teatrikal sembari membawa gerobak berisi karung goni, caping, dan tampah. Seorang pria membawa senapan mainan digambarkan sebagai pejabat pemerintahan.

Dalam aksi tersebut, Nafik juga menyampaikan tiga tuntutan. Yaitu meminta pemerintah segera menghentikan kriminalisasi terhadap petani dan segera melaksanakan reformasi agraria sejati. “Kami juga meminta stop perampasan tanah produktif yang mengatas namakan pembangunan,” tandasnya.

Di hadapan para pendemo, Wakapolres Salatiga Dyah menyampaikan apresiasinya atas aksi yang berjalan dengan tertib dan damai. Pihaknya juga berjanji akan menindaklanjuti tuntutan pendemo ke instansi terkait.

“Terima kasih sudah menyuarakan aksi secara damai dan santun,” ungkapnya. (jks/ton)

BAGIKAN