Dihantam Ombak, Kapal Nelayan Tenggelam

Delapan Orang Berhasil Selamat

43
DIEVAKUASI: Kedelapan korban saat dievakuasi petugas Basarnas Kantor SAR Semarang di Pelabuhan Tanjung Emas, Selasa (6/12) malam. (HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIEVAKUASI: Kedelapan korban saat dievakuasi petugas Basarnas Kantor SAR Semarang di Pelabuhan Tanjung Emas, Selasa (6/12) malam. (HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebuah kapal kayu yang ditumpangi 8 nelayan pecah dan tenggelam akibat dihantam ombak besar di Perairan Laut Jawa, sekitar 1,5 mil dari dermaga Pandu Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Beruntung dua nelayan dan enam anak buah kapal (ABK) berhasil selamat. Mereka adalah Legianto, 52, dan Danu Kuncur, 20, keduanya awak kapal kayu. Sedangakan enam orang lain adalah ABK kapal roro Dharma Kencana 2, yakni Rozak, Dono, Saiful, Hartono, Adi, dan Slamet.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kecelakaan kapal terjadi Selasa (6/12) sekitar pukul 20.00. Peristiwa bermula saat kapal nelayan yang diawaki dua orang, yakni Legianto dan Danu Kuncur, warga Semarang Utara meluncur untuk menjemput enam orang ABK di lokasi perairan tersebut.

Setelah mendekat dan baru saat proses memindahkan 6 ABK kapal roro Dharma Kencana 2, datang ombak besar secara tiba-tiba. ”Tiga kali ombak besar menghantam kapal kayu,” ungkap Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Zulhawary Agustianto kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Akibat kuatnya hantaman ombak tersebut mengakibatkan kapal kayu pengangkut delapan orang itu pecah dan tenggelam. Beruntung, pihak ABK lain yang berada di dalam kapal roro mengetahui dan mengupayakan penyelamatan. ”Namun Legianto sempat hanyut cukup jauh. Tapi, dia telah berpegangan kayu dan jeriken yang digunakan sebagai pelampung,” katanya.

Selanjutnya, kapal milik tim Basarnas Jateng yang mendapat informasi langsung bergerak menuju lokasi kejadian melakukan penyelamatan, termasuk Legianto. Hingga akhirnya delapan orang ini berhasil dievakuasi menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk mendapat penanganan. ”Kedelapan korban tidak mengalami luka dan telah mendapat perawatan tim medis,” ujarnya. (mha/aro/ce1)

BAGIKAN