Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang

73
Ketua DPRD Kota Semarang H Supriyadi, SSos menyampaikan materi tentang perlunya pembenahan Kota Lama secara komprehensif saat dialog interaktif DPRD Kota Semarang.
Ketua DPRD Kota Semarang H Supriyadi, SSos menyampaikan materi tentang perlunya pembenahan Kota Lama secara komprehensif saat dialog interaktif DPRD Kota Semarang.

SEMARANG – Sekretariat DPRD Kota Semarang kembali menggelar dialog interaktif. Kali ini tema yang diangkat dalam dialog yang berlangsung di Gedung LPUBTN Kawasan Kota Lama Semarang ini mengangkat tema tentang Lestarikan Kota Lama dan Kampung Asli Kota Semarang.

Tema ini menarik karena Kota Lama telah menjadi salah satu destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan. Namun masih banyak yang harus dibenahi. Diantartanya adalah faktor keamanan dan kenyamanan. Ini menjadi salah satu prioritas penanganan dalam mengembangkan Kota Lama selain tentu saja mempertahankan Kampung Asli di Semarang.

Sistem drainase dan infrastruktur seperti jalan, pernak-pernik kota, lampu penerangan dan lain sebagainya juga tidak luput dari perhatian. Pemkot diminta serius dalam mengatasi persoalan tersebut agar menciptakan Kota Lama sebagai destinasi wisata. Pernyataan ini disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi disela-sela dialog interaktif DPRD Kota Semarang di gedung LPUBTN Kota Lama.

Menurut Supriyadi, keamanan dan kenyamanan menjadi salah satu kunci sukses menciptakan Kota Lama sebagai tujuan wisata unggulan. “Penataan pedagang kaki lima (PKL) harus dilaksanakan, sesuai dengan Perda No 8 Tahun 2003 tentang RTBL Kota Lama,”  ujar Supriyadi.

Dalam aturan tersebut Kota Lama harus bebas dari PKL. Selain itu bangunan kumuh di sejumlah titik serta arena sabung ayam juga harus dibersihkan dari kawasan Kota Lama. “Terminal Sendowo juga harus ditata agar lebih baik, sehingga tidak kumuh seperti sekarang ini,” kata politisi asal PDI Perjuangan ini.

Terkait dengan infrastruktur perbaikan drainase dan jalan juga harus diprioritaskan. “Memang tidak ada banjir dan rob, namun di beberapa titik masih ada genangan kalau hujan deras, saya kira ini terjadi karena drainasenya yang kurang bagus,” katanya. Dia menegaskan, potensi yang dimiliki Kota Lama sangat besar.

Suasana Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang di Gedung LPUBTN sebagai salah satu sarana menyampaikan aspirasi ke DPRD Kota Semarang.
Suasana Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang di Gedung LPUBTN sebagai salah satu sarana menyampaikan aspirasi ke DPRD Kota Semarang.

Sebagai destinasi wisata, Kota Lama menjadi salah satu dari segitiga emas selain Pecinan dan Kanjengan. Terkait dengan promosi wisata, Supriyadi mengatakan hal tersebut tidak hanya menjadi tugas pemkot saja, namun juga seluruh stake holders, termasuk masyarakat. Pemkot, lanjutnya sudah melakukan serangkaian promosi obyek wisata di Kota Semarang dan itu sudah dilaksanakan dengan baik.

“Namun harus didukung semua pihak agar semakin bagus,” katanya. Sementara itu wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang juga ikut jadi pembicara pada dialog tersebut mengatakan, terkait dengan keamanan dan kenyamanan, Kota Lama memang menjadi salah satu prioritas.

Langkah yang akan dilakukan pemkot, adalah dengan menggandeng kepolisian untuk membentuk posko bersama Satpol PP. “Rencananya akan ada 30 personil gabungan yang berjaga, dengan sistem shift, saat ini tengah ditentukan lokasi poskonya,” katanya.

Demikian juga dengan penataan PKL, pihaknya terus melakukan sosialisasi pada para PKL. Khusus untuk penanganan infrastruktur dan sarana pendukung lainnya, siap dikerjakan mulai tahun 2017 mendatang.

Sementara itu Widya Wijayanti mengharapkan agar pemkot konsisten dalam mengembangkan kawasan Kota Lama. Bangunan yang ada saat ini perlu dibenahi sehingga akan semakin menarik. “Secara arsitektur bangunan di Kota Lama sangat menarik, memiliki ciri khas yang bagus, sehingga kalau mau dikembangkan harus ada standarnya,” ujar Widya Wijayanti. (HMS)

BAGIKAN