Bobol 18 Rumah, Ditembak

Menyaru Jasa Servis AC

193
CERDIK: Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat menginterogasi tersangka Kundarsih alias Bacin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CERDIK: Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat menginterogasi tersangka Kundarsih alias Bacin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kawanan pencuri yang dalam aksinya menyaru sebagai jasa servis AC dan elektronik berhasil digulung aparat Polrestabes Semarang. Tersangka diketahui bernama Kundarsih alias Bacin, 33, warga Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara. Ia ditembak kaki kirinya karena mencoba kabur saat akan ditangkap. Tersangka beraksi ditemani Hendrik alias Kekek, 30, warga Genuk, yang hingga kini masih buron. Tercatat, keduanya sudah beraksi di 18 lokasi.

Petugas juga mengamankan tiga orang penadah barang curian. Mereka adalah Marsin Sugiono alias Pak Gik, 51, warga Jalan Ngroto, Sumogawe, Kabupaten Semarang; R, 55, warga Sendati Tengah, Bulu Lor, Semarang, dan R, 32, warga Tambak Aji, Ngaliyan, Semarang. Ketiga penadah itu ditangkap pada 5 dan 6 Desember 2016 di rumah masing-masing.

Barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya televisi LED, tiga brankas, sejumlah handphone, tablet, laptop, proyektor, perhiasan dan jam tangan mahal. Total barang curian diperkirakan senilai Rp 100 juta. Sedangkan alat kejahatan yang disita, di antaranya 1 unit motor, linggis, meteran warna kuning, kunci pas, obeng, senter, kunci leter T, dan tiga unit kendaraan, salah satunya sebagai sarana transportasi kejahatan.

Aksi tersangka Bacin terendus petugas setelah beraksi di rumah korban Iwan Nur Adi, 39, warga Jalan Kagok, Wonotingal, Candisari, Semarang, pada 1 Desember 2016 lalu. Sebelumnya, dia juga beraksi di rumah Daniel Andika, warga Jalan Kebon Selatan, Semarang pada 24 November 2016 silam.

Tersangka Bacin mengaku, melakukan aksi kejahatan bersama Hendrik. Dia berpura-pura sebagai tukang servis AC ataupun elektronik. Sebelum beraksi, keduanya terlebih dahulu berputar-putar mengendarai sepeda motor untuk mencari rumah sasaran.

”Biasanya beraksi pukul 09.00 pagi. Sebab, kalau pagi kan yang punya rumah sudah berangkat bekerja, yang ada paling hanya pembantu. Kalau ada orangnya ya bilang mau nyervis AC atau elektronik,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (7/12).

Setelah berhasil masuk rumah korban, tersangka langsung melancarkan aksinya dengan memanfaatkan kelengahan penghuni rumah. Begitu menemukan harta benda, Bacin langsung kabur. ”Biasanya dapat perhiasan. Kalau brankas itu saya bawa dengan ditutupi jaket, terus kabur. Barangnya lalu saya jual kepada Pak Gik,” akunya sambil meringis menahan sakit kakinya yang ditembus peluru.

Penadah Marsin Sugiono alias Pak Gik mengaku, sering membeli barang-barang hasil kejahatan dari Bacin dan Hendrik. Biasanya yang dibeli barang elektronik dengan kisaran harga Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. ”Belinya khusus elektronik, seperti laptop sama barang elektronik lainnya. Barang itu saya jual lagi,” ungkapnya.

Gik mengaku tidak hanya sekali tertangkap dalam kasus yang sama. Sebelumnya juga pernah ketangkap aparat. ”Iya saya, sudah dua kali ini,” akunya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, mengatakan, tersangka Bacin bersama Hendrik yang kini masih buron mengaku sudah beraksi di 18 kali TKP. Di antaranya, di sebelah Hotel Asia Layur, Genuk, Indraprasta, Sadewa, Medoho, Borobudur, Sedayu, Jalan Mataram, Pedurungan Tengah, Kalicari, Jolotundo (Apotek), Jalan Beringin, Jalan Mangkang dan Perum Tlogobayem.

Selain itu, di Jalan Medoho Raya, Jalan Bulustalan, Jalan Dong Biru Genuk, Jalan Semblodro, Jalan Tambakboyo, dan Jalan Abimanyu. ”Tersangka Bacin terpaksa ditembak betis kirinya karena mencoba kabur saat akan ditangkap. Dia dibekuk di rumahnya kurang lebih 24 jam setelah beraksi,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 363 ayat (1) ke-4e KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. ”Kami mengimbau masyarakat berhati-hati dengan orang yang tidak kenal datang ke rumah. Jangan dibukakan pintu, tanya dulu yang jelas. Kalau bisa, telepon pemilik rumah untuk memastikan apakah memanggil tukang servis atau tidak,” ujarnya.

Salah satu korban, Iwan Nur Adi, menjelaskan aksi tersangka sempat terekam kamera CCTV yang terpasang di rumahnya. Sebelum masuk ke rumahnya, dua tersangka mengendarai sepeda motor Suzuki Satria.

”Kejadiannya saya pas mengajar. Di rumah ada ibu, anak saya, dan pembantu. Sebelum masuk, dia mengetuk pintu pagar, tapi helmnya tidak dibuka. Bilangnya mau servis AC, tapi sedikit memaksa. Begitu pintu pagar dibuka, dia langsung masuk rumah,” ungkapnya.

Setelah berada di dalam rumah, tersangka pura-pura ngecek peralatan elektronik. Namun, gelagat tersangka telah diendus istrinya, dan langsung menghubungi dirinya. ”Istri saya langsung telepon. Tapi, tersangka sudah keburu kabur membawa dua HP. Saya langsung telepon polisi,” akunya. (mha/aro/ce1)

BAGIKAN