Truk Material Galian C Ganggu Betonisasi

40
MENGGANGGU: Kepala DPUPPE Demak Doso Purnomo dan Wabup Joko Sutanto (kanan) menghentikan truk pemuat material batu padas saat melewati ruas Banyumeneng Mranggen, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
MENGGANGGU: Kepala DPUPPE Demak Doso Purnomo dan Wabup Joko Sutanto (kanan) menghentikan truk pemuat material batu padas saat melewati ruas Banyumeneng Mranggen, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK– Proyek betonisasi jalan di wilayah perbatasan Demak-Ungaran, tepatnya di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen dan Desa Kawengen, Kabupaten Semarang hingga kini terus dikebut. Jalan sepanjang 2,3 kilometer yang dibangun beberapa tahap ini akan membuka keterisolasian daerah perbatasan tersebut.

Kemarin, Wabup Joko Sutanto bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE) Doso Purnomo dan Kabid Bina Marga Akhmad Sugiarto sidak langsung pembangunan jalan diruas Banyumeneng tersebut.

Doso Purnomo mengungkapkan, pembangunan jalan tersebut terkendala cuaca hujan yang terus terjadi hampir setiap hari. Akibatnya, jalanan menjadi licin. Bahkan, truk pemuat tanah padas atau galian C yang setiap hari melalui jalur tersebut dinilai sangat mengganggu proses pembangunan. “Jalanan penuh tanah padas dari truk galian C tersebut. Akibatnya jalanan yang sebagian sudah dibeton menjadi licin,” katanya.

Agar tidak mengganggu pembangunan, truk pemuat padas maupun batu dilarang lewat. “Truk padas menghambat pembangunan sekaligus merusak jalan,”kata dia.

Kabid Bina Marga Akhmad Sugiarto menambahkan, dari 2,3 kilometer yang dibangun beton kini tinggal 75 hingga 100 meter yang belum selesai. Ini antara lain terhambat oleh tanah warga yang mepet dengan jalan tersebut. Menurutnya, jalan Banyumeneng Mranggen-Kawengen Ungaran ini dibangun secara bertahap sejak 2015.

Selain didukung anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1,5 miliar juga ada bantuan dari gubernur sebesar Rp 1 miliar. Kemudian, ditambah dari APBD sebesar Rp 500 juta. Selain itu, Rp 500 juta lainnya untuk membangun gorong-gorong.

Wabup Joko Sutanto mengatakan, pembangunan jalan perbatasan tersebut sudah dirintis sejak Bupati Tafta Zani dulu dengan diawali membangun jembatan penghubung di Desa Banyumeneng. Sedianya, selain betonisasi jalan, Pemkab Demak juga akan membangun tugu atau gapura sebagai tetenger daerah di perbatasan Ungaran tersebut. “Nanti kita bangun tugu atau monumen di perbatasan. Dengan adanya tugu itu, masyarakat akan tahu wilayah perbatasan Demak-Ungaran,”katanya. Menurutnya, ruas Banyumeneng dapat menjadi jalan alternatif warga yang hendak ke Ungaran maupun sebaliknya. (hib/zal)

BAGIKAN