Timsel KPID Dianggap Kurang Kritis

45

SEMARANG – Tim seleksi (Timsel) calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng dinilai kurang kritis dalam melakukan tugasnya. Lolosnya lima incumbent dalam 14 nama calon komisioner periode 2017-2020 dipertanyakan. Sebab kinerja KPID Jateng periode ini dianggap kurang memiliki gebrakan berarti.

Lima petahana yang lolos 14 besar dan disetorkan ke dewan adalah Setiawan Hendra Kelana, Asep Cuwantoro, Tazkiyyatul Muthmainnah, Achmad Junaidi, dan Budi Setyo Purnomo. Pengamat Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Triyono Lukmantoro menganggap kinerja KPID Jateng periode 2013-2016 kurang greget. Tidak ada terobosan atau gebrakan yang murni dari Jateng. Hanya mengekor program-program komisioner sebelumnya dan mengikuti program pusat semata.

”Nyaris tidak ada perkembangan. Itu-itu saja. Tidak ada terobosan terkait literasi media dan teguran terhadap stasiun televisi swasta. Pokoknya butuh banyak pembenahan,” ucapnya.

Ketidakberkembangan KPID Jateng ini menunjukkan kapasitas para komisionernya. Dia mengatakan jika terpilih lagi, berarti ada yang salah dengan proses seleksinya. Sebab, dari segi kompetensi, sudah terbukti kurang mumpuni.

Menurutnya, kalau dari segi kompetensi administratif, mungkin sudah bagus. Hanya kerja rutin saja. Tapi soal kompetensi kinerja, masih dipertanyakan. Soal politik keberpihakan misalnya,  selama ini KPID Jateng dianggap hanya melayani kaum mayoritas. Kurang memberikan wadah bagi minoritas.

”Ini kan tugasnya KPID. Apakah penayangan di televisi sudah berimbang? Seolah-olah penonton hanya disuguhi sudut pandang satu pihak saja. Harusnya kaum minoritas juga di-cover meski tanpa meninggalkan wacana yang sehat,” tegasnya.

Dikatakannya, fenomena ini seharusnya bisa ditangkap Timsel. ”Bagaimana komisioner yang punya track record mlempem, masih melenggang masuk 14 besar ? Entah tahapan seleksinya yang salah, atau materinya yang kurang menggali kompetensi?” katanya bertanya. Dia berharap di seleksi berikutnya, Komisi A DPRD Jateng memilih 7 komisioner yang tepat dan kredibel.

Ketua Timsel calon anggota KPID Jateng, Ahmad Darodji mengaku mengetahui ada banyak keluhan terkait sepak terjang komisioner KPID Jateng periode 2013-2016. Namun, menurutnya, tugas timsel tidak melihat track record. Lolosnya lima incumbent, kata Darodji, bisa jadi karena sudah menguasai semua materi yang berkaitan dengan penyiaran. Maklum, sudah tiga tahun mereka berkecimpung di bidang tersebut. ”Jadi gampang membuat tugas-tugas yang kami berikan ketika proses seleksi. Secara objektif, mereka lebih menguasai materi penyiaran,” ucapnya.

Ketua MUI Jateng ini menampik pihaknya salah membuat materi seleksi. Sebab, semua yang diberikan sudah mencakup kompetensi. ”Karena itu, komisioner hanya boleh dua periode saja. Kalau tidak ada aturan itu, mungkin bisa menjabat beberapa periode karena bisa dengan mudah melewati seleksi,” imbuhnya. (amh/ric/ce1)

BAGIKAN