Rusunawa Pekerja Ditarget Maret 2017

44
HAMPIR SELESAI: Pembangunan Rusunawa Pekerja di KelurahanKebondalem sudah mencapai 90 persen. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HAMPIR SELESAI: Pembangunan Rusunawa Pekerja di KelurahanKebondalem sudah mencapai 90 persen. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Pembangunan Rumah susun sewa (Rusunawa) untuk pekerja dan buruh sudah mencapai 90 persen. Ditargerkan Maret 2017 sudah selesai dan bisa diserahterimakan ke Pemkab Kendal untuk digunakan sebagai hunian warga Kendal yang kurang mampu.

Katua Pelaksana Proyek dari PT Brantas Abipraya (Persero), Sunari mengatakan, tiap twin blok rusunawa terdiri dari lima lantai dengan jumlah ruang sebanyak 96 unit. Masing-masing ruangan berukuran 24 meter persegi atau tipe 24. “Ini tinggal finishing saja, sebelum akhir Maret 2017 kami targetkan selesai,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Kasi Perumusan Pengupahan dan Kesejahteraan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Kendal, Elvi Sahara. Ia membenarkan rusunawa nantinya diperuntukkan khusus pekerja. Nantinya tiap unit sudah dilengkapi dengan perabot rumah tangga. Sehingga memudahkan bagi mereka yang akan menempatinya.

“Seperti tempat tidur, meja dan kursi tamu dan perabotan dapur. Sehingga penghuni datang itu bisa langsung ditempati. Jadi tidak perlu kerepotan membawa barang-barang bekas atau membelinya lagi,” sebutnya.

Fasilitas lain adalah, jaringan air dan meteran listrik. Dengan begitu, tidak perlu ada petugas yang repot-repot menarik iuran bulanan air dan listrik.

Terkait dengan persyaratan bagi penghuni, Elvi mengatakan, saat ini baru akan dirumuskan. Disnakertrans akan melakukan studi banding ke daerah lain yang sudah mengelola rusunawa pekerja dengan baik.

Untuk pendaftaran calon penghuni akan dilakukan di kantor Disnakertrans, setelah ada serah terima bangunan dari pelaksana ke Pemkab Kendal. Selain itu perlu dibuat peraturan calon penghuni melalui SK Bupati.

Bupati Kendal, Mirna Anissa, meminta agar pembangunan rusunawa agar benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi. Sehingga tidak ada mark up anggaran yang mengarah pada korupsi. “Selain itu, kualitas bangunan benar-benar harus baik. Sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih bagi para penguhinya,” paparnya.

Ia meminta agar nantinya rusunawa juga dilengkapi denan fasilitasnya pelengkap lainnya. Seperti kemudahan akses keluar masuk, drainase yanng bagus serta tempat pembuangan sampah, pengelolaan air dan listrik yang baik. “Sehingga para penghuninya bisa merasakan manfaatnya,” tandasnya.

Mirna mengingatkan agar pembangunan jangan sampai seperti dua unit rusunawa sebelumnya. Yakni meski masih tergolong baru namun sudah mengalami kerusakan, membuat penghuni merasa tidak nyaman. (bud/zal)

BAGIKAN