Perampok Nasabah Bank Ditembak

161
KENA BATUNYA : Pelaku pencurian dengan kekerasan dengan modus menanyakan alamat palsu ketika hendak dimasukan ke sel tahanan Mapolres Pekalongan. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
KENA BATUNYA : Pelaku pencurian dengan kekerasan dengan modus menanyakan alamat palsu ketika hendak dimasukan ke sel tahanan Mapolres Pekalongan. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Satu dari dua pelaku pencurian yang kerap mengincar warga yang mengambil uang di ATM, Selasa (6/12) malam ditembak kakinya karena melawan dan hendak kabur, ketika ditangkap oleh petugas Sat Reskrim Polres Pekalongan.

Para pelaku adalah Febryan Andika Pratama, 26, warga Kelurahan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Pelaku lainnya Harjana, 32, warga Kelurahan Kraton Lor, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Kaki kirinya sempat dilumpuhkan, karena melawan dengan senjata tajam ketika hendak ditangkap.

Peristiwa bermula ketika Intan Wulandari, 23, warga Desa Krando, Kecamatan Kesesi, mengambil uang di ATM BRI Kecamatan Kesesi sebesar Rp 11 juta. Uang tersebut kemudian diletakkan dibawah jok motor Honda vario yang dikendarainya.

Melihat Intan meletakkan sejumlah uang di bawah jok motor, Febryan dan Harjana, menguntit terus kemana Intan pergi. Mulai singgah membeli bakso di depan Kantor BRI, dan mampir di rumah saudara Desa Semampir Kecamatan Kesesi.

Kedua pencuri yang mengendarai motor masing-masing tersebut akhirnya menghentikan Intan di jalan raya Desa Kesesi, dengan berpura–pura menanyakan alamat. Febryan bertugas menanyakan alamat pada Intan, dan mengalihkan perhatian dengan mengajak ngobrol. Sedangan Harjana memarkirkan kendaraannya di sebelah motor milik Intan.

Pada saat Harjana berusaha membuka jok motor dan mengambil bungkusan berisi uang, korban langsung berteriak. Spontan warga di sekitar mendatangi mereka. Febryan dan Harjana langsung kabur ke arah timur, dengan membawa barang jarahannya. Namun naas Harjana sempat terjatuh dan kembali kabur. Keduanya akhirnya dikejar warga, hingga akhirnya kaki salah satu kaki pelaku tertembak.

Intan ketika memberi laporan di Kantor Polres Pekalongan, mengungkapkan bahwa dirinya sudah merasa diikuti oleh dua orang pemuda, ketika usai mengambil uang di ATM BRI dan meletakkannya di jok motor, hingga di rumah saudaranya di Desa Semampir Kecamatan Kesesi.

Menurutnya kecurigaan muncul ketika salah satu pelaku, menanyakan alamat rumah yang sama sekali tidak dia kenal, dan terdengar asing akan alamat tersebut, atau alamat palsu.

“Maka ketika saya melihat salah satu teman pelaku berusaha buka jok motor, dan membawa tas yang berisi uang, saya langsung berteriak maling, untuk mencari perhatian warga,” ungkap Intan.

Sementara itu,  Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Aries Tri Hartanto, menegaskan kedua pelaku berhasil ditangkap olah Sat Reskrim Polsek Kesesi, setelah korban melapor. Namun ketika hendak akan ditangkap, salah satu pelaku sempat mengeluarkan senjata tajam. Hingga akhirnya kaki pelaku tersebut ditembak untuk dilumpuhkan.

Menurutnya kedua pelaku saat ini masih ditahan di Mapolres Pekalongan, untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan. Mengingat perbuatan yang dilakukan, bukan pertama kali.

“Kedua pelaku ini selalu mengintai korban yang mengambil uang di bank atau ATM, kemudian dengan modus menanyakan alamat, akhirnya merampas uang milik korban, dan ini bukan pertama yang dilakukan oleh pelaku,” tegas AKP Aries Tri. (thd/ric)

BAGIKAN