Pengerjaan Musim Hujan, Kualitas Proyek Menurun

53

UNGARAN – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Semarang, dikhawatirkan berpengaruh terhadap kualitas hasil proyek yang tengah dikerjakan.

Kepala DPU Kabupaten Semarang, Totit Oktorianto mengkhawatirkan jika kualitas proyek akan menurun. Seperti proyek betonisasi dan pengaspalan jalan di beberapa titik Kabupaten Semarang. “Kalau aspal itu kan tidak bisa langsung digunakan, harus melalui pemanasan beberapa hari dari sinar matahari,” katanya, Selasa (6/12).

Dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dikhawatirkan hasil dari pengerjaan proyek menjadi tidak maksimal. Apalagi ditambah kondisi tanah di Kabupaten Semarang tergolong masih banyak yang labil. “Seperti pengaspalan, setelah diolah ia perlu dipanasi terus oleh matahari. Namun karena hujan ya pengerasannya kurang maksimal,” katanya.

Sementara proyek betonisasi lebih terkendala karena faktor kesadaran pengguna jalan. Seperti halnya saat ini banyak jalan yang sudah selesai pembetonan, langsung digunakan oleh masyarakat. Menurut Totit, umur jalan beton bisa dilalui pengendara minimal 28 hari usai pengerjaan. “Namun kenyataannya baru selesai 3 hari langsung digunakan,” katanya.

Lama pengeringan beton tersebut mempengaruhi pula kualitas dari beton itu sendiri. “Taunya atasnya (beton) kering, langsung dilewati. Padahal bawahnya masih basah. Alhasil beton menjadi retak. Nanti yang disalahkan kita lagi karena spek yang kurang mumpuni,” katanya.

Dikatakan Totit, anggaran betonisasi untuk jalan kabupaten berbeda dengan pembuatan jalan nasional. Sehingga spek yang digunakan juga harus mengikuti. “Kalau dibuat seperti spek jalan nasional ya bagus. Tetapi kita terkendala anggaran karena mahal,” katanya. Dari data DPU Kabupaten Semarang saat ini masih ada 50 paket proyek pembangunan infrastruktur yang masih berjalan. Sementara itu untuk proyek pembangunan gedung masih ada 10 paket yang masih berjalan.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha berharap agar cuaca tidak mempengaruhi kualitas hasil pengerjaan sebuah proyek. “Karena semua untuk masyarakat. Meski begitu masyarakat tetap harus mendukung. Seperti halnya kalau memang belum bisa dilewati (jalan) ya jangan dilewati dulu sampai benar-benar kering,” katanya. (ewb/zal)

BAGIKAN