Maksimalkan Peran Puskesmas

45

SEMARANG – Pemprov diminta memaksimalkan peran Puskesmas di Jateng. Hal ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk memantau dan mengantisipasi penderita HIV lebih dini agar tidak berlanjut menjadi AIDS. Sebab, Jateng saat ini menduduki peringkat kelima terbanyak secara nasional dalam jumlah penderita AIDS.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Karsono mengatakan, Desember 2015 lalu, tercatat ada 5.042 penderita AIDS. Kemudian per Juni 2016 mengalami peningkatan menjadi 6.902 penderita atau bertambah 1.860 penderita. Jika angka itu dirata-rata, tiap hari ada 10 orang penderita AIDS baru di Jateng. ”Generasi muda dan masyarakat untuk ikut melakukan pencegahan dengan memeriksakan diri di puskesmas atau rumah sakit, jika memiliki riwayat cara penularannya,” katanya.

Ia menambahkan, penyebaran jumlah penderita AIDS itu sudah masuk taraf memprihatinkan. Sehingga perlu langkah terpadu, bagaimana Dinkes Jateng terus mendorong masyarakat bersedia memeriksakan diri ke klinik VCT (Voluntary Counseling Test) yang sudah disediakan di rumah-rumah sakit. Sebab, pemeriksaan VCT untuk pengidap HIV/AIDS saat ini masih gratis. ”Untuk anak muda, yang penting adalah jangan melakukan seks bebas, tetap setia bagi pasangan yang sudah menikah, serta menjauhi obat-obatan terlarang,” imbuhnya.

Mayoritas pengidap HIV/AIDS adalah usia produktif mulai 25 hingga 50 tahun. Ada berbagai faktor penyebab meluasnya penyebaran penyakit itu. Namun, salah satunya modernisasi yang semakin memengaruhi banyaknya penyebaran di Jateng, terutama di daerah pantura. ”Fakta itu menjadi keprihatinan sehingga perlu ada upaya ekstra agar penyebarannya tidak semakin meluas,”  tambahnya.

Selain langkah sosialisasi, perlu upaya pencegahan yang terus digalakkan pemprov. Upaya pencegahan penularan HIV/AIDS itu harus dilihat secara komprehensif. Misalnya penutupan lokalisasi yang sebenarnya merupakan kebijakan yang dilematis dilihat dari berbagai aspek. Selain itu, menilai peran puskesmas di Jateng dapat menangani penderita HIV lebih dini agar tidak berlanjut menjadi AIDS. ”Saya kira peran Puskesmas menjadi penting. Sehingga, harus sudah menjadi perhatian dinas kesehatan,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

BAGIKAN