Listrik Pantura Terancam Byar Pet

56
AMBRUK : Akibat diterjang angin puting beliung beberapa waktu kemarin, 17 tiang listrik PLN Batang ambruk, sehingga menyebabkan kerugian besar. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
AMBRUK : Akibat diterjang angin puting beliung beberapa waktu kemarin, 17 tiang listrik PLN Batang ambruk, sehingga menyebabkan kerugian besar. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Bagi warga yang tinggal di sepanjang jalur pantura Jateng, beberapa waktu belakangan ini sering mengalami pemadaman listrik. Dan ternyata hal tersebut akan berjalan terus sampai beberapa waktu ke depan. Sebab banyak perbaikan yang sedang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Saat ini memang akan sering terjadi pemadaman listrik. Terutama di daerah pantura, karena akan terus dilakukan perbaikan di BTG 9, BTG 2 dan BTG 6 (penyulang atau feeder di Batang/BTG),” ucap Kepala PLN Batang Budi Istiono, Selasa (6/12).

Selain itu, menurut Budi, cuaca yang cukup ekstrim juga menjadi salah satu faktor jika ada saluran listrik yang padam. Bisa karena trafo rusak atau seperti kejadian kemarin, tiang listrik ambruk.
Diakui pula, beberapa waktu kemarin adanya pemadaman, karena masalah pembangkit di Weleri. “Kemarin ada pergantian trafo GI (Gardu Induk) di Weleri. Sehingga listrik dipadamkan di wilayah Batang sejak pagi,” ujarnya saat ditemui di Kantornya PLN UPJ Batang.

Terkait protes warga terkait seringnya pemadaman listrik, sesuai ketentuan PLN juga ditegaskan ada kompensasinya. Yang mana sesuai Tingkat Mutu Pelayanan (TMP). Jika 6 kali dilakukan pemadaman resmi dalam 1 bulan, maka pelanggan mendapatkan kompensasi kerugian berupa pengurangan biaya tagihan listrik. “Sesuai aturan, memang jika ada pemadaman, akan diberikan kompensasi berupa pengurangan tagihan listrik kepada pelanggan,” ujar Budi.

Namun regulasi pengurangannya seperti apa, Budi belum bisa menjelaskan secara rinci. Namun ditegaskan, jika ada kompensasi jika dilakukan pemadaman listrik resmi. Sesuai dengan aturan pula, khusus pemadaman resmi yang direncanakan, pihak PLN juga akan mengirim surat kepada pelanggan. Terutama pada pelanggan industri besar. Namun jika pemadaman, akibat kejadian alam, pihaknya juga pasrah, dan berharap warga bisa memahaminya.

Sebenarnya, menurutnya jika ada pemadaman listrik, pihaknya juga mengalami kerugian. Karena KWH juga berhenti, sehingga penghasilan juga hilang. Terkait efek bencana angin puting beliung kemarin, pihaknya juga mengalami kerugian cukup lumayan. Selain 6 Kecamatan di Batang terpaksa dipadamkan, juga ada 17 tiang listrik miliknya yang patah dan ambruk.

“Hasil perbaikan bencana kemarin, kami mengganti 17 tiang yang roboh dan patah, selain itu ada dua trafo yang rusak. Dan beruntungnya lagi, di jalur tersebut karena baru, belum ada pelanggan listriknya,” ujarnya.

Untuk total kerugian, pihaknya belum bisa kalkulasi, karena selain peralatan rusak efek pemadaman juga merugikan dari segi pemasukan. Subhan Maulana, salah satu warga Batang yang mengeluh sering padamnya listrik, turut mengungkapkan kekecewaannya. Karena, dengan padamnya listrik, otomatis banyak pekerjaan yang terbengkalai. (han/ric)

BAGIKAN