Dorong Pemkot Fasilitasi Eks Pecandu

42

SEMARANG – Para pecandu narkoba yang telah menjalani rehabilitasi masih kesulitan untuk kembali ke lingkungan sosial. Mereka masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitar.

Diharapkan pemerintah bisa membuat terobosan dengan menyediakan lapangan pekerjaan terhadap eks pecandu supaya tidak terjerumus di dunia narkoba lagi. Hal tersebut disampaikan Ketua Peradi Semarang, Theodorus Yosep Parera, yang melihat masih banyak eks pecandu belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat. ”Para eks pecandu ini perlu mendapat perhatian serius. Meski selama berada di tempat rehabilitasi mereka mendapat pelatihan kerja, namun setelah keluar, pemerintah tidak memberi peluang, seperti lapangan pekerjaan,” katanya.

Melihat kondisi seperti ini, Peradi akan bekerja sama dengan tim damping BNNP Jateng, pemkot dan juga DPRD. Supaya pemerintah bisa memberikan referensi kepada perusahaan dan tempat-tempat kerja yang bisa menerima eks pecandu. ”Nanti penjaminnya dari Peradi. Sehingga secara lingkup sosial, mereka akan bisa lebih baik dan tidak terjerumus lagi dalam narkoba,” katanya.

Dia menjelaskan, mekanisme penjaminnya, Peradi akan menyeleksi terhadap para eks pecandu berdasarkan nilai-nilai yang diberikan oleh tim pendamping. Selain itu, dari Peradi juga akan melakukan seleksi.

Selain itu, Yosep menambahkan pihaknya juga akan memberikan pendampingan hukum gratis bagi pecandu-pecandu narkoba yang tersangkut kasus hukum. ”Karena mereka sulit mendapat pengacara saat proses hukum berjalan. Kita akan lakukan pendampingan secara gratis,” imbuhnya.

Tim Damping Pasca Rehabilitasi BNNP Jateng, Arif P mengakui dalam 2016 ini terdapat 9 klien. Hanya saja, tidak lebih dari separonya yang telah keluar dari rumah damping untuk bisa melanjutkan hidupnya sesuai harapan.

”Setahun ini ada 9 klien. Memang, yang bisa melanjutkan kembali hidupnya cuma 2 orang, mereka bekerja, yang 7 memang melanjutkan hidupnya, tetapi tidak sesuai harapan. Penyebabnya macam-macam, tapi rata-rata eks pecandu tidak percaya diri disebabkan stigma yang terus melekat,” jelasnya.

Tahun ini target 150 klien hanya tercapai 9 klien. Salah satu sebabnya, layanan pascarehab bagi eks pecandu tidak diwajibkan. ”Klien kami, rata-rata menengah ke bawah. Ya memang eks pecandu ini susah cari kerja, kalaupun ada ya di dunia malam. Ini jelas rawan bagi mereka, tidak kemungkinan bisa dekat dengan narkoba lagi,” katanya. (mha/zal/ce1)

BAGIKAN